ASRAR HADZFI AL-MUSNAD ILAIH FI SURAH AL-NISA’ : DIRASAH BALAGHIYYAH

Fadhilah, Kuntu (2014) ASRAR HADZFI AL-MUSNAD ILAIH FI SURAH AL-NISA’ : DIRASAH BALAGHIYYAH. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (215kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (385kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (235kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (470kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (815kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (400kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (288kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (285kB) | Preview

Abstract

Musnad Ilaih (yang dikenai hukum/ pelaku) adalah salah satu susunan inti dalam bahasa Arab selain musnad (kata kerja). Musnad Ilaih bisa berupa mubtada, fail, naibul fail, isim kaana, isim inna, maf’ul pertama dari dzanna wa akhowaatuha, atau maf’ul kedua dari araa wa akhowatuha. Dalam Al-Qur’an, terkadang musnad ilaih tidak disebutkan (dibuang) karena beberapa tujuan. Dalam surat An-Nisa misalnya, ada beberapa ayat yang tidak menyebutkan musnad ilaih baik itu musnad ilaih yang berupa mubtada, fail, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, dalam skripsi ini, penulis ingin membahas tentang rahasia dari pembuangan musnad ilaih tersebut dari segi tujuan dibuangnya dan bentuk musnad ilaih yang dibuang itu sendiri.
Berdasar pada hal tersebut, maka rumusan masalah dalam skripsi ini adalah (i) apa yang dimaksud dengan musnad ilaih, (ii) bagaimana bentuk pembuangan musnad ilaih dalam surat an-nisa, dan (iii) apa tujuan dibuangnya musnad ilaih dalam surat an-nisa.
Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan dan menganalisis langsung bentuk musnad ilaih yang dibuang dan tujuan dibuangnya musnad ilaih dalam surat an-nisa yang terdiri dari 671 ayat.
Hasil temuan penelitian menyimpulkan:
1.Musnad ilaih adalah subjek/ pelaku (yang dikenai hukum) dalam susunan bahasa arab. Bisa berupa mubtada, fail, naibul fail, isim kaana, isim inna, maf’ul pertama dari dzanna wa akhowaatuha, atau maf’ul kedua dari araa wa akhowatuha.
2.Ditemukan 16 dari 671 ayat an-nisa yang tidak disebutkan musnad ilaihnya. Dan bentuk musnad ilaih yang dibuang tersebut adalah mubtada (ayat 77, 16, 72, dan 676), fail (ayat 6, 22, 22, 21, 21, 26, 22, 22, 27, 21, 27, 16, 16, 16, 12, 11, 11, 77, 16, 11, 72, 662, 662, 661, 661, 667, 622, 621, 627, 621, 626, 621, 626, 612, 616, 616, 612, 611), naibul fail (72, 12, 622, 617), isim kaana (66, 21, 11, 12, 676, 676), isim inna (626), dan maf’ul pertama dari dzanna wa akhowaatuha (76, 72).
3.Tujuan dibuangnya musnad ilaih adalah karena; musnad ilaih sudah diketahui oleh mukhottob, dibuang untuk ijaz atau menyingkat kata, tidak ada faidah untuk menyebutkan musnad ilaih, musnad ilaih menduduki maqam pujian (madh), atau yang dihormati (tarahhum), atau hina/ cela (dzam), dan karena tidak ada tujuan untuk menyebutkan musnad ilaih karena musnad ilaih bersifat umum (yang dimaksud tidak tertentu/ siapa saja)

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Husain Aziz
Uncontrolled Keywords: Musnad Ilaih
Subjects: Kesusastraan > Arab
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Bahasa dan Sastra Arab
Depositing User: Users 18 not found.
Date Deposited: 04 Feb 2015 08:22
Last Modified: 04 Feb 2015 08:22
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/188

Actions (login required)

View Item View Item