Analisis hukum Islam terhadap praktik mertelu lahan pertanian cabai merah di desa Sarimulyo Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Efendi, Moh. Bahtiyar (2017) Analisis hukum Islam terhadap praktik mertelu lahan pertanian cabai merah di desa Sarimulyo Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (713kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (118kB) | Preview
[img] Text
Daftar Isi.pdf

Download (128kB)
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (442kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (473kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (590kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (291kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (119kB) | Preview
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (128kB)

Abstract

Skripsi ini bertujuan menjawab pertanyaan diantaranya adalah: Bagaimana praktik mertelu lahan pertanian cabai merah dan bagaimana analisis hukum Islam terhadap praktik mertelu lahan pertanian cabai merah di Desa Sarimulyo Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Metode penilitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan interview. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif analisis dan metode pembahasan yang dipakai adalah deduktif. Deduktif dalam penelitian ini merupakan pola pikir yang berpijak pada teori hukum Islam yang kemudian dikaitkan dengan fakta-fakta dalam praktik jual beli dengan syarat mertelu lahan pertanian cabai merah di Desa Sarimulyo Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa, Praktik jual beli hasil pertanian cabai merah ini awal mula terjadinya karena pihak petani penggarap dengan pihak pemodal melakukan kesepakatan akad mertelu yang didalamnya terdapat syarat harus menjual hasil pertanian cabai merah tersebut kepada pihak pemodal. Jual beli tersebut terdapat syarat yang pertama pemilihan kelas dari A,B,C untuk mengetahui harga. Kedua terdapat pemotongan harga tiap kilogramnya. Berdasarkan perspektif hukum Islam adalah batil hukumnya, yang berkenaan dengan adanya syarat dari praktik mertelu petani tidak bisa menjual hasil pertaniannya kepada pembeli selain dari pihak pemodal. Sehingga petani mendapatkan harga jual cabai merah yang murah dari pihak pemodal, didalamnya terdapat adanya ketentuan pemotongan harga tiap kilogramnya. Sebaiknya pemodal memberikan syarat yang tidak memberatkan petani. Seharusnya petani lebih mempertimbangkan ketentuan syarat dari praktik mertelu tersebut.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Efendi, Moh. Bahtiyartifendsix@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Hukum Islam
Hukum Islam > Jual Beli
Keywords: Jual beli; hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Efendi Moh. Bahtiyar
Date Deposited: 04 Aug 2017 09:13
Last Modified: 11 Oct 2017 06:55
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/18367

Actions (login required)

View Item View Item