Studi teoritis tentang integrasi dan solidaritas sosial menurut Durkheim dan tindakan sosial menurut Weber

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Zulaicha, Siti (2000) Studi teoritis tentang integrasi dan solidaritas sosial menurut Durkheim dan tindakan sosial menurut Weber. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (168kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (148kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (87kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (866kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (458kB) | Preview
[img] Text
Bab 3.pdf

Download (371kB)
[img] Text
Bab 4.pdf

Download (822kB)
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (253kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (166kB) | Preview

Abstract

Fokus pembahasan dalam penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan tentang: bagaimana integrasi dan solidaritas sosial menurut Durkheim dan tindakan sosial menurut weber?, dimana letak persamaan dan perbedaan dalam teori yang dikemukakan oleh kedua tokoh tersebut?, dan mengapa ada perbedaan dalam teori yang dikemukakan oleh kedua tokoh tersebut serta bagaimana kehadiran religi menurut Durkheim dan Weber?. Adapun sumber yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah buku- buku literature yang berkaitan dengan pembahasan dalam penelitian ini. Sedangkan dalam teknik analisa data penulis menggunakan metode interpretasi, metode kesinambungan historis, dan metode komparasi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pandangan Emile Durkheim mengenai integrase dan solidaritas sosial menunjuk pada satu keadaan hubungan antara individu atau kelompok yang didasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama yang diperkuat oleh pengalaman emosional. Sedangkan tindakan sosial Max Weber dipengaruhi oleh kecemasan melihat perkembangan masyarakat baru kea rah rasionalisasi dan birokratisasi yang makin besar. Sedangkan faktor yang mempengaruhi kedua pandangan ini kalau Durkheim dipengaruhi oleh keadaan politik Perancis, sedangkan Weber dipengaruhi kecemasannya terhadap berkembangnya proses rasionalisai dan birokratisasi pada masyarakat modern. Sementara itu kehadiran religi menurut Durkheim bahwa konsepsi agama merupakan symbol dari karakteristik masyarakat. Oleh karena itu agama merupakan sarana untuk memperkuat kesadaran kolektif yang diwujudkan melalui upacara dan ritual. Sedangkan menurut Weber memprioritaskan pada etika Protestan yang mencerminkan dan memperbesar bertambahnya rasionalitas dan memperlihatkan peran penting dimana ide- ide agama berperan dalam meningkatkan perubahan sosial.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Zulaicha, SitiUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Filsafat
Uncontrolled Keywords: Emile Durkheim; Max Weber; Integrasi; Solidaritas Sosial; Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat
Depositing User: Editor : Arifah Wikansari------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 26 Jul 2017 03:34
Last Modified: 26 Jul 2017 03:34
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/17750

Actions (login required)

View Item View Item