Tinjauan hukum Islam terhadap pengelolaan benda sitaan sebagai barang bukti berdasarkan KUHAP

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Hani'ah, Hani'ah (1990) Tinjauan hukum Islam terhadap pengelolaan benda sitaan sebagai barang bukti berdasarkan KUHAP. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Cover.pdf

Download (238kB)
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (147kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (124kB) | Preview
[img] Text
Bab 1.pdf

Download (610kB)
[img] Text
Bab 2.pdf

Download (606kB)
[img] Text
Bab 3.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (550kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (173kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (232kB) | Preview

Abstract

Fokus pembahasan pada penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan: Bagaimanakah status benda sitaan sebagai barang bukti menurut KUHP?, bagaimana pengelolaan dan penggunaan benda sitaan sebagai barang bukti menurut KUHP?, dab bagaimana kajian hukum Islam tentang kedua masalah diatas?. Kajian skripsi ini bersifat literer. Maka dari itu penelitian ini menggunakan studi kepustakaan sebagai teknik pengumpulan data. Sedangkan metode analisa data yang digunakan adalah: metode deduktif dan metode komparatif. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa status benda sitaan sebagai barang bukti ada dua kemungkinan: kemungkinan pertama, mungkin barang itu akan bisa dimiliki kembali. Kedua, mungkin benda itu akan hilang pemilikannya. Sedang menurut hukum Islam, benda sitaan itu baik masih dalam proses peradilan maupun sudah mendapat ketetapan hukum adalah merupakan amanah bagi Negara. Sementara itu pengelolaan benda sitaan menurut KUHP: benda sitaan disimpan di rumah penyimpanan benda sitaan Negara (RUPBASAN), atau dilakukan sebaik- sebaiknya sebagai rasa tanggungjawab. Sedangkan benda yang membahayakan atau mudah rusak pengelolaannya sebagian disishkan untuk barang bukti kemudian sisanya dijual lelang, atau uang hasil lelang dipakai sebagai barang bukti dan benda sitaan yang sifatnya terlarang untuk diedarkan adalah dirampas untuk dimusnahkan, hal tersebut menurut Islam dibenarkan dengan dasar ayat 58 surat an Nisa’.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Hani'ah, Hani'ahUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Hukum > Hukum Perdata
Uncontrolled Keywords: Pengelolaan benda sitaan; KUHP; Barang bukti sitaan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Arsip Syariah
Depositing User: Editor : Arifah Wikansari------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 21 Jul 2017 03:37
Last Modified: 21 Jul 2017 03:37
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/17661

Actions (login required)

View Item View Item