Awliya' dalam al Quran: analisis terhadap penafsiran Shaikh Abu Bakar Jabir al Jazairi dalam kitab tafsirnya Aysar al Tafasir

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Samani, Samani (2017) Awliya' dalam al Quran: analisis terhadap penafsiran Shaikh Abu Bakar Jabir al Jazairi dalam kitab tafsirnya Aysar al Tafasir. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (479kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (542kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (514kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (499kB) | Preview

Abstract

Al-Qur’an adalah Kitab suci umat Islam yang merupakan kumpulan Firman-firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Di antara tujuan utama diturunkannya al-Qur’an adalah untuk menjadi pedoman manusia dalam menata kehidupan mereka agar memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Agar tujuan itu dapat di realisasikan maka al-Qur’an datang dengan petunjuk-petunjuk, keterangan-keterangan, aturan-aturan dan prinsip-prinsip baik yang bersifat global maupun terperinci yang eksplisit maupun implisit dalam berbagai persoalan maupun bidang kehidupan. Ragam penafsiran terhadap makna awliya’ dalam al-Qur’an QS. al-Maidah 5: 51, yang dengan sengaja disalah artikan maknanya telah menginpirasi ummat Islam untuk bangkit dan menuntut dengan spirit seakan-akan ayat tersebut baru saja diturunkan. Di antara mufassir ada yang berbeda pendapat tentang makna awliya’ sehingga perlu dipahami konteks makna ayat tersebut dan dicermati lebih spesifik menggunakan analisis makna atau analisa semantik ayat tersebut, memperhatikan munasabah dengan ayat sebelum dan sesudahnya. Haram bagi ummat Islam memilih pemimpin non muslim (kafir, Yahudi dan Nasrani), jika hal itu dilakukan maka dia termasuk golongan mereka, pahala amalnya dicabut, termasuk d}alim dan akan masuk neraka. Boleh memilih pemimpin non muslim jika dalam keadaan terpaksa, untuk melindungi aqidah dan dalam mengatur strategi untuk mengalahkan mereka. Namun ketika memungkinkan untuk memilih Islam menjadi pemimpin, maka hal ini menjadi wajib. Statemen yang mengatakan bahwa non muslim lebih baik dari pada muslim yang korup merupakan statemen yang menyesatkan ummat. Ummat Islam jauh lebih hebat dan lebih baik daripada mereka sangat banyak, maka dari itu tidak ada alasan seorang muslim memilih pemimpin wilayahnya dari kalangan non muslim.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Samani, Samanisamaniahmad99@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Biografi > Biografi Islam
Al Qur'an
Tafsir
Uncontrolled Keywords: Awliya; al Quran
Divisions: Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Editor : samid library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 22 Jun 2017 07:19
Last Modified: 11 Sep 2017 04:58
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/17418

Actions (login required)

View Item View Item