Wanita dalam perspektif agama Hindu dan Islam

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Purnomo, Edi (1998) Wanita dalam perspektif agama Hindu dan Islam. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (716kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (121kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (846kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (738kB) | Preview

Abstract

Dalam ajaran Hindu, wanita dilarang mempelajari Weda atau ambil bagian dalam upacara kurban kepada dewa, agama bagi wanita adalah melayani dewa, dimana kebahagiaan sejati terletak pada ketaatan secara penuh akan kewajibannya. Sedangkan dalam kajian Islam adalah mengakat harkat dan martabat wanita sebagai reaksi atas pelecehan terhadap wanita yang terjadi sebelum kedatangan Islam, dari tingkat yang rendah ke tingkat yang lebih tinggi. Diletakkannya wanita sebagai komponen fungsional bagi kebangkitan, integrasi, eksistensi dan harmonitas masyarakat, sehingga kedudukan wanita sepadan derajatnya dengan laki-laki. Rumusan masalah penelitian ini adalah; 1. Bagaimanakah hak dan kewajiban wanita Hindu dan Islam dalam perkawinan, warisan dan perdebatan. 2. Adakah persamaan dan perbedaan tentang perkawinan, warisan dan peribadatan dalam Hindu dan Islam. 3. Adakah pengaruh mereka bagi perkembangan kedua agama. Metode pembahasan penelitian ini menggunakan metode induktif dan metode deduktif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah; 1. Wanita menurut ajaran Hindu tidak pernah svatantra, artinya dia tidak pernah “mempunyai suatu pertalian dari dirinya sendiri,” sehingga dalam perkawinannya wanita lebih dituntut untuk melaksanakan kewajiban kepada suami, sehingga hak-hak wanita sering terabaikan. Sedangkan menurut Islam, wanita merupakan belahan bagi kaum laki-laki. Ini berarti wanita memiliki kedudukan yang setara dengan kaum laki-laki, sehingga wanita memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf dalam perkawinannya. 2. Sebagai suatu agama yang memiliki ajaran yang berbeda, maka perbedaan dalam segi perkawinan, pewarisan dan peribadatan yang paling menonjol adalah cara pelaksanaannya yang bermuara kepada aspek teologis, sedangkan persamaanya bahwa kedua agama memperlakukan wanita dengan baik dalam hal perkawinan, pewarisan dan peribadatanmeskipun penafsirannya berbeda sesuai dengan kitab sucinya masing-masing. 3. Wanita memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk cara perpikir dan cara hidup terutama anak-anaknya

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Purnomo, EdiUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Agama > Hindu
Islam
Wanita
Uncontrolled Keywords: wanita; perspektif Hindu dan Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Perbandingan Agama
Depositing User: Editor : samid library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 07 Jun 2017 07:15
Last Modified: 07 Jun 2017 07:15
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/17177

Actions (login required)

View Item View Item