Perspektif hukum Islam terhadap standar penentuan upah penitipan gadai emas di PT. Bank BNI Syariah Cabang Surabaya

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Syaifuddin, Muhammad (2012) Perspektif hukum Islam terhadap standar penentuan upah penitipan gadai emas di PT. Bank BNI Syariah Cabang Surabaya. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (189kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (952kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (270kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (300kB) | Preview

Abstract

lni adalah hasil penelitian lapangan untuk menjawab pertanyaan, bagaimanakah standar penentuan upah penitipan gadai emas di PT. Bank BNI Syariah Cabang Surabaya dan bagaimanakah standar penentuan upah penitipan gadai emas di PT. Bank BNI Syariah Cabang Surabaya dalam perspektif hukum Islam ? Data penelitian diperoleh lewat teknik interview dan studi pustaka. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif analisis verifikatif, yakni mendeskripsikan data yang diperoleh dari standar penentuan upah penitipan gadai emas di PT. Bank BNI Syariah Cabang Surabaya yang bersifat umum kemudian dianalisis dengan hukum Islam. Selanjutnya kesimpulannya diambil melalui pola pikir deduktif. Hasil penulisan ini menemukan bahwa PT. Bank BNI Syariah Cabang Surabaya dalam praktik gadai emas menggunakan 3 akad, yakni akad qarf, rahn dan ijirah. Penetapan biayanya meliputi biaya administrasi, materai, dan biaya simpan. Dalam penentuan upah penitipannya PT. Bank BNI Syariah Cabang Surabaya menggunakan akad ijirah dengan sistem perhitungan persentase. Besaran persentasenya adalah 1,6 % dari nilai taksiran harga emas yang ada di pasaran dan untuk maksimum pembiayaan gadai emas sebesar 93% untuk emas lantakan dan 80% untuk emas perhiasan. Standar penentuan upah penitipan barang gadai dengan sistem persentase ini bertentangan dengan bukum Islam, karena di dalamnya terdapat unsur ketidakjelasan yang bisa berpotensi menjadi riba. Hal ini dikarenakan dalam penentuannya, system persentase ini bersifat fluktuatif mengikuti harga emas di pasaran. Hal ini akan menyebabkan terjadinya perubahan biaya yang sudah menjadi ketetapan di awal akad dan menimbulkan ketidakjelasan pada nasabah tentang besaran upah penitipannya, sehingga menurut pandangan hukum Islam, standar penentuan upah penitipan gadai emas di PT. Bank BNI Syariah Surabaya ini mengandung unsur keharaman at au riba.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Syaifuddin, Muhammad--UNSPECIFIED
Subjects: Gadai
Upah Minimum
Wadi'ah
Uncontrolled Keywords: Standar penentuan upah; penitipan; gadai emas
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 06 Jun 2017 05:25
Last Modified: 08 Dec 2017 11:09
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/17151

Actions (login required)

View Item View Item