Derajat kehujjahan hadits tentang larangan memakan binatang yang bertaring dan menyambar dalan Sunan Abi Dawud

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ghofar R, Abdul (1996) Derajat kehujjahan hadits tentang larangan memakan binatang yang bertaring dan menyambar dalan Sunan Abi Dawud. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (713kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (119kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (269kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (928kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (919kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 4.pdf

Download (469kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 6.pdf

Download (285kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (312kB) | Preview

Abstract

Bahwasanya perintah untuk bolehnya kita memakan makanan kalau makanan itu kita dapatkan dengan baik dan halal, juga jenis makanan tersebut harus baik dan tidak yang diharamkan. Adapun makanan yang diharamkan adalah dari jenis 4 golongan sja, yakni bangkai, darah, daging babi dan sembelihan yang disembelih atau diperuntukkan selain Allah. Ada beberapa hadis Nabi yang meriwayatkan tentang larangan memakan dari jenis binatang yang bertaring dari binatang buasdan yang menyambar dari jenis burung. Rumusan masalah penelitian ini adalah; 1. Bagaimana penilaian ulama’ terhadap keadaan sanad yang meliputi persambungan sanad dan kualitas masing-masing perowinya. 2. Bagaimananilai keadaan matan hadits larangan memakan binatang yang bertaring dan menyambar dalam Sunan Abi Dawud. 3. Bagaimana kekuatan kehujjahannya. Metode penelitiannya menggunakan metode dialektika, metode komparatif dan metode analogis. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa hadits-hadits tentang larangan memakan binatang yang bertaring dan menyambar dalam Sunan Abi Dawud sebanyak enam buah. Dari sekian banyak hadits-hadits tersebut yang shahih, ada yang hasan da nada juga yang dhoif, diantaranya; hadits yang shohih adalah hadits yang nomor empat, hadits yang hasan adalah hadits yang nomor dua, sedangkan hadits yang dhaif adalah hadits yang nomor satu, tiga, lima dan enam. Di antara enam buah hadits itu yang bisa diterima sebagai hujjah adalah yang shahih dan hasan. Sedang yang dhaif tidak bsa dipakai hujjah, tapi sebagian ulama ada yang masih mengamalkan hadits dhaif sebagai fadhoil ‘amal (amalan yang utama)

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ghofar R, AbdulUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Biografi > Biografi Islam
Hadis
Uncontrolled Keywords: kehujjahan hadits; larangan memakan binatang yang bertaring dan menyambar; Sunan Abi Dawud
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tafsir Hadis
Depositing User: Editor : samid library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 31 May 2017 07:48
Last Modified: 31 May 2017 07:48
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/17098

Actions (login required)

View Item View Item