Tinjauan pendapat Imam Syafi’i dan fatwa MUI terhadap praktek gadai motor pada masyarakat Kecamatan Gunung Anyar Surabaya

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Setiawan, M. Wefri (2012) Tinjauan pendapat Imam Syafi’i dan fatwa MUI terhadap praktek gadai motor pada masyarakat Kecamatan Gunung Anyar Surabaya. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (162kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (118kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (171kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (365kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (314kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (177kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (224kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (120kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (144kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan untuk menjawab pertanyaan: bagaimana praktek gadai motor pada masyarakat Kecamatan Gunung Anyar Surabaya? Bagaimana pendapat Imam Syafi’i mengenai gadai terhadap praktek gadai motor pada masyarakat Kecamatan Gunung Anyar Surabaya? Dan bagaimana tinjauan fatwa MUI tentang gadai terhadap praktek gadai motor pada masyarakat Kecamatan Gunung anyar Surabaya?. Data penelitian diperoleh dari wawancara dengan para nara sumber dan dianalisis dengan teknik deskriptif dengan menggunakan pola pikir deduktif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dalam praktek gadai yang dilakukan masyarakat Kecamatan Gunung anyar tidak sesuai dengan pendapat- pendapat Imam syafi’ I dalam kitabnya Al Umm seperti halnya pemegang gadai menjadi pemilik sementara barang gadai dengan semua manfaatnya, tidak adanya bukti tertulis maupun saksi dalam transaksi gadai motor yang mereka lakukan dengan posisi pemegang gadai rentan akan kecurangan, sedangkan motor yang digadaikan kebanyakan kredit cacat dan kerusakan sebelum gadai akibat kelalaian gadai merupakan tanggungjawab penggadai. Begitu pula dengan tidak diterapkannya fatwa MUI mengenai gadai seperti pemegang gadai semena- mena dalam pemanfaatan motor, besar biaya perawatan dibebankan kepada penggadai ditentukan dari besarnya pinjaman, penggadai membayar denda jika terjadi keterlambatan pembayaran, barang gadai dijual tidak melalui lelang syari’ah.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Setiawan, M. WefriUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Gadai
Uncontrolled Keywords: Imam Syafi’i; Fatwa MUI; Praktek Gadai
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Editor : Arifah Wikansari------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 18 May 2017 04:36
Last Modified: 18 May 2017 04:36
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/16959

Actions (login required)

View Item View Item