Problema waris tanah di Desa Bekas Perdikan Martajasah Bangkalan

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Sofwan, Moh. Sofwan (1988) Problema waris tanah di Desa Bekas Perdikan Martajasah Bangkalan. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (432kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (118kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (280kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (5MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (314kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (348kB) | Preview

Abstract

Pelaksanaan waris mewaris adalah hal yang pasti terjadi di kalangan masyarakat, terutama terhadap harta yang berupa tanah. Kebanyakan dari mereka dalam melaksanakan waris tanah tidak berpedoman pada hukum agamanya secara utuh, maka bagi orang yang cenderung untuk sadar menerima hukum waris Islam sebagai konsekwensi dari agamanya menentang sistem yang demikian itu, pihak lain yang merasa dirugikan warisnya bila mengikuti hukum Islam, menolak berpedoman pada hukum tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; 1. Bagaimanakah pelaksanaan waris tanah di kalangan masyarakat desa Murtajasah, 2. Hal-hal apa yang mendorong pelaksanaan waris tersebut, sehingga tidak mengindahkan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh undang-undang dan hukum Islam. Metode analisa datanya disajikan secara deskriptif menggunakan metode komparatif. Kesimpulan penelitian ini adalah; 1. Hukum waris Islam tidak membedakan ujud harta warisan, artinya sekuruh harta menjadi kesatuan yang harus dibagi, misalnya dalam harta waris terdapat tanah, maka harta tanah itu dalam perhitungan wajib dibagi sebagai bagian dari keseluruhan harta peninggalan. 2. Pelaksanaan waris tanah di desa Martajasah secara administratif melanggar undang-undangdan hukum syara’. Begitu pula dalam pembagian warisnya, ternyata masih banyak penyimpangan-penyimpangan dari ketentuan yang ditetapkan oleh hukum Islam. 3. Pelanggaran terhadap undang-undang dan hukum syara’ serta adanya penyimpangan-penyimpangan dalam melakanakanpembagian waris tanah di desa Martajasah disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat terhadap agama dan hukum, serta pengaruh keadaan ekonomi yang kurang memadai

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Sofwan, Moh. SofwanUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Hukum Islam > Waris
Muamalat Muamalah
Uncontrolled Keywords: waris tanah
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Arsip Syariah
Depositing User: Editor : samid library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 10 May 2017 02:56
Last Modified: 12 May 2017 00:45
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/16854

Actions (login required)

View Item View Item