Budaya Politik Santri Pada Pondok Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang

Nurhidayah, Nurhidayah (2014) Budaya Politik Santri Pada Pondok Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (381kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (9kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (9kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (243kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (119kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (107kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (52kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (36kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (50kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini membahas tentang Budaya Politik Santri pada Pondok Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang. Kyai sebagai figur sentral bagi komunitas pesantren (santri) dan masyarakat pada umumnya, memiliki otoritas dan wewenang yang menentukan semua aspek pendidikan dan kehidupan agama atas tanggung jawabnya sendiri. Sehingga dalam kapasitasnya tersebut, sangat mungkin bagi kyai untuk menjalankan sosialisasi politik, yang akan menentukan tinggi atau rendah (parokial) budaya politik para santrinya. Karena melalui proses sosialisasi politik yang diterapkan kyai kepada santri, dengan sendirinya akan membentuk pola pikir santri dalam konsep budaya politik dengan ciri-ciri yang khas yang terdiri dari sikap, keyakinan, nilai-nilai dan keterampilan yang berlaku bagi seluruh anggota masyarakat di dalamnya. Dengan menggunakan teori budaya politik yang dikembangkan Gabriel A. Almond dan Sidney Verba, dan partisipasi politik sebagai kerangka analisa dalam menemukan fakta. Setelah melakukan penelitian di lapangan, ditemukan fakta bahwa tingkat Budaya Politik Santri Pondok Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang tidak parokial yang mempunyai ciri-ciri spesialisasi masih sangat kecil. Berdasarkan hal tersebut, tipe-tipe budaya politik dapat digolongkan dalam beberapa tipe antara lain: Budaya Politik Parokial, Budaya Politik Subjek atau Kaula, Budaya Politik Partisipan dan Budaya Politik Campuran atau Parokial. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah deskriptif kualitatif yakni data yang diperoleh dari hasil wawancara dan pengamatan. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Budaya Politik pada Pondok Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang sudah terlaksana dengan cukup baik. Tipe budaya politik santri Pondok Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang mengarah pada satu tipe budaya politik Subjektif atau Kaula karena Pondok pesantren merupakan sebuah komunitas kecil masyarakat yang hidup dengan berlandaskan nilai-nilai ajaran agama Islam. Pondok pesantren memiliki peraturan yang mengikat para santri. Peraturan tersebut dibuat dengan tujuan untuk mendidik para santri agar disiplin dan mandiri. Sehingga setelah menempuh pendidikan di pondok pesantren, santri mampu beradaptasi dengan kehidupan masyarakat. Peraturan pondok pesantren seringkali mengikat santri sehingga tidak memiliki kebebasan sebagaimana remaja umumnya. Keterbatasan santri terutama dalam menggali informasi tentang kehidupan masyarakat dapat menimbulkan sikap apatis atau acuh tak acuh terhadap kehidupan masyarakat di sekitarnya termasuk dalam hal politik.

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Biyanto
Uncontrolled Keywords: Santri;Pesantren;Budaya Politik.
Subjects: Politik
Politik > Politik Islam
Pesantren
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Politik Islam
Depositing User: Editor : Kuntum L.R------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 09 Apr 2015 10:25
Last Modified: 09 Apr 2015 10:25
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/1680

Actions (login required)

View Item View Item