Analisis hukum Islam dan hukum perdata terhadap utang piutang emas di Kebomas Gresik

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Nurhayati, Riska (2017) Analisis hukum Islam dan hukum perdata terhadap utang piutang emas di Kebomas Gresik. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (6MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (137kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (150kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (356kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (428kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (316kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (435kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (153kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (311kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan (field research) tentang “Analisis Hukum Islam dan Hukum Perdata terhadap Utang Piutang Emas di Kebomas Gresik”. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah mengenai bagaimana praktik utang piutang emas di Kebomas Gresik dan bagaimana analisis hukum Islam dan hukum perdata terhadap utang piutang emas di Kebomas Gresik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik deskriptif analisis, yaitu pembahasan dimulai dengan mengumpulkan data yang diperoleh dari lapangan tentang praktik utang piutang emas di Kebomas Gresik. Kemudian data dianalisis menggunakan hukum Islam yakni qard{ dan dengan menggunakan hukum perdata yakni tentang pinjam meminjam yang terdapat dalam buku ketiga BW terhadap praktik utang piutang emas di Kebomas Gresik. Penelitian ini menghasilkan bahwa praktik utang piutang emas, yakni Bu Emi sebagai pihak kreditur memberikan pinjaman kepada debitur berupa emas. Debitur datang kepada Bu Emi (kreditur) meminta pinjaman berupa uang, namun kreditur memberikan pinjamannya berupa emas yang senilai dengan uang yang dibutuhkan oleh debitur. Tetapi Bu Emi memberikan persyaratan bahwa ketika membayar utang harus berupa uang yang jumlah nominalnya sudah disepakati ketika melakukan transaksi utang piutang. Kemudian untuk jangka waktu pengembaliannya Bu Emi memberikan angsuran selama 10 kali angsuran, atau debitur bisa juga mengajukan waktu pembayaran sesuai yang diinginkan dan mendapat persetujuan dari kreditur. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan, praktik utang piutang emas di Kebomas Gresik menurut hukum islam adalah sah karena kreditur dan debitur telah memenuhi syarat dan rukun qard{ dan juga sebagian jumhur ulama membolehkan mengembalikan utang dengan objek yang berbeda dengan syarat harus senilai. Sedangkan menurut hukum perdata praktik utang piutang emas tersebut telah memenuhi syarat dan rukun utang piutang namun dalam pengembaliannya dilarang karena objek utang piutangnya telah berubah. Bagi masyarakat Kebomas Gresik khususnya bagi masyarakat yang sering mempraktikkan utang piutang emas, dalam bermuamalah hendaknya selalu memperhatikan prinsip-prinsip yang telah diajarkan oleh syariat Islam dan juga yang telah diatur dalam hukum perdata, agar tidak terjerumus kepada hal yang dilarang oleh agama Islam dan juga apabila ada hal yang tidak diinginkan bisa dipertanggung jawabkan

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Nurhayati, Riskariskahayati2@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Hukum Islam
Hukum Islam > Utang Piutang
Uncontrolled Keywords: hukum Islam; utang piutang emas
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Nurhayati Riska
Date Deposited: 03 May 2017 06:50
Last Modified: 03 May 2017 06:50
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/16715

Actions (login required)

View Item View Item