Adat sambatan bahan bangunan dalam perspektif Hukum Islam: studi kasus Desa Kepudibener Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan

Amala, Ahsanu (2017) Adat sambatan bahan bangunan dalam perspektif Hukum Islam: studi kasus Desa Kepudibener Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (742kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (313kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (570kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (794kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (796kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (800kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (800kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (402kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (420kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan, bagaimana deskripsi adat sambatan bahan bangunan di Desa Kepudibener Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, bagaimana akad dalam adat sambatan bahan bangunan di Desa Kepudibener Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, serta bagaimana perspektif hukum Islam terhadap adat sambatan bahan bangunan di Desa Kepudibener Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan? Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan (field reseacrh) di Desa Kepudibener Kepudibener Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan wawancara (interview). Selanjutnya data yang dikumpulkan disusun dan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis, yakni mengumpulkan data tentang adat sambatan bahan bangunan di Desa Kepudibener Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan yang disertai analisis, untuk diambil kesimpulan. Dalam penelitian diperoleh data bahwa praktik adat sambatan bahan bangunan di Desa Kepudibener Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, menggunakan akad akad qard{ (hutang) dimana seseorang memberikan bahan bangunan kepada orang yang membangun rumah, dan jika suatu hari yang memberikan bahan bangunan membangun rumah, maka bahan bangunan tersebut harus dikembalikan. Menurut hukum Islam, bahwa praktik adat sambatan bahan bangunan dalam perspektif hukum Islam studi kasus Desa Kepudibener Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan tidak diperbolehkan, karena saat mengembalikan barang, orang yang memberikan barang meminta pengembalian lebih. Meskipun pengembalian lebih tidak disebutkan saat akad tetapi, sudah menjadi tradisi jika mengembalikan barang harus dikembalikan lebih.. Jika dilihat dari perspektif ‘urf termasuk ‘urf al-sahih dikarenakan syarat dan rukunnya terpenuhi dan tidak bertentangan dengan dalil syara’. Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka praktik adat sambatan bahan bangunan dalam perspektif hukum Islam di Desa Kepudibener Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, sebaiknya saat orang yang diberikan barang mengembalikan, yang memberikan barang tidak meminta untuk di lebihkan agar tidak terjadi penyimpangan syariat Islam.

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Adat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Amala Ahsanu
Date Deposited: 02 May 2017 09:28
Last Modified: 02 May 2017 09:28
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/16638

Actions (login required)

View Item View Item