Analisis Sadd al Dhari'ah dan hukum positif di Indonesia terhadap jual beli produk kecantikan yang tidak ada informasi penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Rohmah, Iffah Nailiy (2017) Analisis Sadd al Dhari'ah dan hukum positif di Indonesia terhadap jual beli produk kecantikan yang tidak ada informasi penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (647kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (151kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (229kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (381kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (586kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (202kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (218kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (153kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (164kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjawab dua pertanyaan penelitian: 1. Bagaimana analisis Sadd al-Dhari‘ah terhadap Jual Beli Produk Kecantikan yang Tidak Ada Informasi Penggunaan Barang dalam Bahasa Indonesia. 2. Bagaimana analisis Hukum Positif di Indonesia terhadap Jual Beli Produk Kecantikan yang Tidak Ada Informasi Penggunaan Barang dalam Bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, sedang pengumpulan data dihimpun melalui studi kepustakaan berupa buku-buku; artikel; dan publikasi. Hasil wawancara digunakan sebagai data pendukung yang didapat dari Balai Badan Pengawas Obat dan Makanan; konsumen serta karyawati Larissa Aesthetic Center. Data yang dihimpun, selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif-deduktif yaitu bermula dengan jual beli dalam Islam; teori sadd al-dhari‘ah serta peraturan perundang-undangan mengenai larangan bagi produsen yang tidak mencantumkan informasi berbahasa Indonesia kemudian muncul fenomena timbulnya kerugian, sehingga ditemukan suatu kesimpulan khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kosmetik impor menjadi salah satu daya tarik bagi kaum perempuan. Padahal tidak semua kosmetik impor mencantumkan informasi penggunaan barang pada label dengan bahasa Indonesia, sehingga banyak kemungkinan produk kosmetik berbahaya bagi kesehatan. Dari data tersebut, ketika dianalisis menggunakan Sadd al-Dhari‘ahjelas bahwa jual beli adalah boleh namun ketika barang tidak disertai informasi yang benar dan lengkap menjadi dilarang sebab dikhawatirkan adanya madharat yang timbul. Dan analisis Hukum Positif bahwa tidak mencantumkan informasi penggunaan barang berbahasa Indonesia merupakan perbuatan yang dilarang bagi produsen. Terdapat sanksi bagi pelaku usaha berupa yaitu produk ditarik dan ditahan dari pemasaran. Dari kesimpulan di atas, penulis menyarankan kepada konsumen agar membeli barang langsung di toko terdekat kemudian konsumen lebih teliti dan cermat dengan mengecek label sebelum membeli produk kosmetik. Saran lainnya adalah, agar produsen mempertimbangkan efek bagi kesehatan pengguna/konsumen saat memproduksi suatu produk.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Rohmah, Iffah Nailiynayliee21@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Hukum Islam
Hukum Islam > Jual Beli
Keywords: Sadd al Dhari'ah; hukum positif; jual beli; produk kecantikan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Rohmah Iffah Nailiy
Date Deposited: 02 May 2017 04:21
Last Modified: 23 Aug 2017 07:55
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/16536

Actions (login required)

View Item View Item