TINJAUAN MASHLAHAH MURSALAH TERHADAP UTANG PIUTANG PADI PADA LUMBUNG DESA TENGGIRING SAMBENG LAMONGAN

Jayanti, Yuni Eti (2014) TINJAUAN MASHLAHAH MURSALAH TERHADAP UTANG PIUTANG PADI PADA LUMBUNG DESA TENGGIRING SAMBENG LAMONGAN. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (331kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (54kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (91kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (126kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (231kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (92kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (77kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (21kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (42kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian lapangan untuk menjawab pertanyaan bagaimana pelaksanaan utang piutang padi pada Lumbung Desa di Desa Tenggiring Sambeng Lamongan dan bagaimana tinjaun maslahah mursalah terhadap utang piutang padi pada Lumbung Desa di Desa Tenggiring Sambeng Lamongan.
Data penelitian dihimpun dengan menggunakan teknik wawancara yaitu Tanya jawab antara penulis dengan responden yakni masyarakat Desa Tenggiring dan pengurus Lumbung Desa, dan melalui observasi yaitu meneliti gejala yang terjadi pada utang piutang padi, serta dokumentasi yaitu mencari data yang berkaitan dengan utang piutang padi. Selanjutnya data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif yaitu menjelaskan data tentang utang piutang padi pada Lumbung Desa secara jelas sesuai dengan yang diperoleh pada saat penelitian.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa praktik pelaksanaan utang piutang padi pada Lumbung Desa di Desa Tenggiring Sambeng Lamongan tidak sesuai dengan teori qard} (utang) dalam hukum Islam. Karena dalam qard} tidak dibolehkan memberi utang atau pinjaman dengan syarat tambahan saat
mengembalikannya. Sebab qard} adalah memberikan sebagian harta atau memberikan sesuatu untuk dikembalikan pada waktu yang ditentukan dan dengan jumlah yang sama. Dengan demikian jelas bahwa praktik utang yang ada tambahan yang disyaratkan tidak sesuai dengan teori utang(qard}).Sedangkan
dari segi manfaatnya (mas}lah}ah mursalah) utang piutang padi tersebut sangat bermanfaat dan sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan warga desa setempat, sehingga praktik utang piutang padi tersebut dilaksanakan dan dipraktikkan oleh masyarakat dan juga diakui serta tidak ditentang oleh
masyarakat. Mengenai tambahan yang diterapkan oleh Lumbung Desa tersebut digunakan dan dimanfaatkan untuk mengembangkan kas padi pada Lumbung Desa itu sendiri, bukan untuk diambil perorangan atau pengurus Lumbung Desa
melainkan untuk Lumbung Desa dan kemudian oleh Lumbung Desa diutangkan lagi pada warga yang berutang. Bagi warga tambahan tersebut bukanlah beban sehingga mereka akan merasa terdzalimi. Karena bagi mereka tambahan tersebut
adalah sebagai amal dan sarana mereka untuk membantu mengembangkan Lumbung Desa, sehingga tidak ada antara mereka yang merasa keberatan dengan tambahan tersebut.
Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka kepada Lumbung Desa
hendaknya mengoreksi ulang tentang penerapan tambahan utang yang harus dibayar oleh pengutang. Karena hal tersebut tidak sesuai dengan teori utang piutang (qard}) dalam hukum Islam. Sedangkan untuk masyarakat yang berutang agar paham lebih dulu mengenai tambahan yang diterapkan, bahwa tambahan itu digunakan untuk dimanfaatkan bagi kebutuhan utang piutang padi masyarakat itu sendiri, sehingga tidak menimbulkan adanya salah paham atau merasa ada yang terbebani

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Zainul Arifin
Uncontrolled Keywords: Maslahah Mursalah
Subjects: Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Users 18 not found.
Date Deposited: 09 Apr 2015 00:24
Last Modified: 09 Apr 2015 00:24
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/1643

Actions (login required)

View Item View Item