Analisis Hukum Islam terhadap penahanan sawah sebagai jaminan pada hutang piutang di Desa Kebalan Pelang Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ansori, Muhammad Syifaul (2017) Analisis Hukum Islam terhadap penahanan sawah sebagai jaminan pada hutang piutang di Desa Kebalan Pelang Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (296kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (324kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (322kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (466kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (549kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (373kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (441kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (323kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana praktik penahanan sawah sebagai jaminan pada hutang piutang di Desa Kebalan Pelang Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan dan bagaimana analisis hukum Islam terhadap penahanan sawah sebagai jaminan pada hutang piutang di Desa Kebalan Pelang Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. Data penelitian ini dihimpun dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan wawancara. Kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis yaitu dengan menjelaskan data-data yang diperoleh. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pola pikir induktif yaitu dimulai dari hal-hal yang bersifat khusus kemudian ditarik ke hal-hal umum sehingga memperoleh kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa praktik penahanan sawah sebagai jaminan pada hutang piutang di Desa Kebalan Pelang Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan ini dilakukan murtahin ketika rahin tidak mampu membayar hutangnya sebesar Rp. 6.000.000,- selama dua tahun maka barang jaminan milik rahin akan ditahan dan kemudian disewakan kepada pihak lain senilai Rp. 5.000.000,- dengan jangka waktu tiga tahun. Menurut analisa rahn,secara teori penahanan sawah saat rahin tidak mampu melunasi hutangnya ketika jatuh tempo tidak diperbolehkan, namun praktik penahanan sawah yang terjadi di Desa Kebalan Pelang itu merupakan suatu kebiasaan yang telah terjadi sejak lama dan juga kedua belah pihak saling rela dalam hal hanya melakukan penahanan sehingga praktik seperti itu diperbolehkan. Sedangkan dilihat dari analisa ijarah, maka hukum penyewaan barang jaminan itu sah karena telah sesuai dengan ketentuan ijarah dan pembolehan itu dikarenakan Bapak Sidik (murtahin) memiliki hak milik naqis (pemanfaatan) terhadap barang jaminan tersebut. Sejalan dengan hasil penelitian di atas, penulis sarankan kepada para pihak untuk melaksanakan kewajiban masing-masing, bagi pihak rahin diharapkan untuk membayar hutangnya sesuai dengan jangka waktu yang disepakati, sedangkan bagi pihak murtahin, agar jika ingin menyewakan barang jaminan sebaiknya meminta izin dan memberitahu terlebih dahulu kepada pemilik aslinya.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ansori, Muhammad Syifaulsyifaulansori.07@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Ekonomi Islam
Perdata Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Ansori Muhammad Syifaul
Date Deposited: 02 May 2017 04:32
Last Modified: 02 May 2017 04:32
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/16337

Actions (login required)

View Item View Item