TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTEK GANTI RUGI WANPRESTASI DALAM JUAL BELI ANAK BURUNG DI PASAR EMPUNALA MOJOKERTO

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Falakh, Muhammad Nurul (2014) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTEK GANTI RUGI WANPRESTASI DALAM JUAL BELI ANAK BURUNG DI PASAR EMPUNALA MOJOKERTO. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (335kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (45kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (87kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (264kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (410kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (121kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (214kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (80kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (80kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian lapangan yang berjudul “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Ganti Rugi Wanprestasi Dalam Jual Beli Anak Burung di Pasar Empunala Mojokerto”. Untuk menjawab pertanyaan : 1) Bagaimana pelaksanaan ganti rugi wanprestasi dalam praktek jual beli anak burung di Pasar Empunala Mojokerto? 2) Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan ganti rugi wanprestasi dalam praktek jual beli anak burung di Pasar Empunala Mojokerto?
Data penelitian ini diperoleh dari data tertulis yaitu arsip laporan pendapatan retribusi Pasar Empunala, dan wawancara dengan pihak-pihak yang berada di pasar
Empunala Mojokerto, dengan menggunakan metode deskriptif analitis dengan pola pikir induktif.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: Pertama, Pada saat melakukan jual beli anak burung pihak penjual dan pembeli mengadakan perjanjian tidak tertulis tentang adanya jaminan ganti rugi yang diberikan oleh penjual anak burung kepada
pembeli,yaitu berupa tukar tambah, atau pengembalian uang baik utuh maupun secara sebagian. Jaminan tersebut diberikan dengan jangka waktu sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Kedua, ganti rugi dengan jaminan tukar tambah atau uang kembali secara utuh diperbolehkan dalam Islam, sedangkan uang kembali secara sebagian tidak diperbolehkan dalam Islam karena tidak sesuai ketentuan umum ganti rugi. Dan dalam Al-Qur an sendiri menyebutkan bahwa orang yang merugikan orang lain harus mengganti rugi besar besaran kerugian yang diderita oleh pihak yang
dirugiksn.
Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka kepada pembeli dan penjual anak burung disarankan : pertama, dalam melakukan perjanjian khususnya ganti rugi dalam jual beli hendaknya dilakukan secara tertulis agar terhindar dari unsur penipuan yang terjadi dari kedua belah pihak. Kedua, pengembalian uang secara sebagian meskipun boleh dilakukan hendaknya dihindari karena tidak sesuai dengan ketentuan umum ganti rugi

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: A. Faishal Haq
Creators:
CreatorsEmailNIM
Falakh, Muhammad NurulUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Hukum Islam
Hukum Islam > Jual Beli
Uncontrolled Keywords: Jual Beli Anak Burung; Ganti Rugi Wanprestasi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Users 18 not found.
Date Deposited: 08 Apr 2015 03:34
Last Modified: 08 Apr 2015 03:34
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/1611

Actions (login required)

View Item View Item