Peranan Bilyet Giro sebagai alat transaksi dalam sistem perdagangan modern: studi analisa hukum Islam

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Khalimah, Nur (1996) Peranan Bilyet Giro sebagai alat transaksi dalam sistem perdagangan modern: studi analisa hukum Islam. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (138kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (121kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (269kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (225kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (277kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (281kB) | Preview

Abstract

Pembayaran yang dilakukan dengan bilyet giro adalah dengan pemindahbukuan. Jadi bukan uang kontan. Disinilah kita lihat peranan bank yang sangat dibutuhkan, peranan teknis administrative dari bank khusus mengenai pemindahbukuan suatu jumlah tertentu dari rekening giro orang yang berhutang kepada rekening giro penagih hutang, pada bank yang sama atau bank yang berlainan. Pembayaran dengan cara ini lazim dikenal dengan pembayaran secara giral. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; 1. Bagaimana peranan bilyet giro sebagai alat transaksi dalam sistem perdagangan modern, 2. Bagaimana analisa hukum Islam tentang pernan bilyet giro sebagai alat transaksi dalam sistem perdagangan modern. Metode analisa datanya menggunakan metode induktif, metode deduktif dan metode komparatif. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah; 1. Peranan bilyet giro sebagai alat transaksi dalam perdagangan tidak lain adalah sebagai alat pembayaran giral, yang merupakan surat perintah dari nasabah kepada bank yang bentuknya sudah dibakukan, yakni untuk memindahkan dana dari rekening penerbit kepada rekening penerima yang ditulis namanya dalam bilyet giro tersebut. 2. Suatu transaksi yang pembayarannya dilakukan dengan memakai bilyet giro adalah sah, sejauh dalam realisasinya tidak menyimpang dari ketentuan surat edaran Bank Indonesia No. 4/670.UPPB/PbB 24 Januari 1972. Karena ketentuan tersebut tidak bertentangan dengan hukum Islam. Dalam menguangtunaikan bilyet giro dengan memotong beberapa persen dari harga yang tertulis di dalamnya adalah “sah” apabila dalam aqad menggunakan aqad jual beli, sebab aqad tersebut dalam Islam sama dengan aqad Muhatha. Namun apabiladalam aqadnya menggunakan aqad Qirodh ang disertai syarat dari salah atu pihak, maka aqadnya dak sah, karena yang demikian mengandung unsur riba.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Khalimah, NurUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Bank dan Perbankan
Dagang > Hukum, Dagang
Keywords: Bilyet Giro: Alat Transaksi; Sistem Perdagangan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Arsip Syariah
Depositing User: Editor : samid library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 17 Apr 2017 05:14
Last Modified: 17 Apr 2017 05:14
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/16082

Actions (login required)

View Item View Item