Pemikiran Ibnu Hazm dan al Amidi tentang naskh hukum: studi komparatif

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Huda, Misbahul (1999) Pemikiran Ibnu Hazm dan al Amidi tentang naskh hukum: studi komparatif. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (253kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (119kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (286kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (253kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (384kB) | Preview

Abstract

Dalam surat al Baqarah; 106 dan surat Fussilat; 42 menimbulkan perbedaan pendapat di antara ulama terhadap naskh, ada yng menerima da nada yang menolaknya. Ulama yang menerima adanya nasakh mendefinisikannya diantaranya Ibnu Hazm, menjelaskan bahwa berakhirnya masa perintah yang pertama dalam hal-hal yang tidak berulang. Sedangkan menurut Al Amidi nasakh yaitu ungkapan dari titah pembuat hukum (syari’) yang menolak kelanjutan berlakunya hukumyang telah ditetapkan dengan titah terdahulu. Adapun ulama’ yang menolak adanya nasakh dalam Al-Qur’an berpendapat bahwa yang dimaksud oleh surat al Baqarah; 106 adalah mu’jizat bukan ayat, jadi bila ada ayat al-Qur’an yang dinasakh oleh ayat yang lain berarti menyalahi ketentuan yang ada pada surat Fussilat 42. Rumusan maslah dalam penelitian ini adalah; 1. Apakah nasakh benar-benar terjadi dalam Al-Qur’an, 2. Bagaimana aplikasinya nasakh dalam hukum, 3. Bagaimana pemikiran Ibnu Hazm tentang aplikasi nasakh dalam hukum, 4. Bagaimana pemikiran al Amidi tentang aplikasi nasakh dalam hukum. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Sedangkan metode analisa datanya menggunakan metode Induktif, Deduktif dan Komparatif. Kesimpulan penelitian ini adalah; 1. Menurut Ibnu Hazm dan al Amidi nasakh itu terjadi dalam al-Qur’an dan menurut mereka yang dimaksud nasakh oleh surat Al Baqarah ayat 106 itu adalah naskh hukum, bukan nasakh ayat. 2. Nasakh hukum dapat diterapkan pada; ayat dengan ayat, ayat dengan hadits, hadits dengan ayat, hadits dengan hadits. 3. Menurut Ibnu Hazm, nasakh hukum dapat diterapkan pada; ayat dengan ayat, ayat dengan hadits, hadits dengan ayat, hadits dengan hadits, hukum dengan ijma’. 4. Menurut al Amidi, nasakh hukum dapat diterapkan pada; ayat dengan ayat, ayat dengan hadits, hadits dengan hadits, hadits dengan ayat, hukum dengan qiyas.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Huda, Misbahul-C02394017
Subjects: Perbandingan Madzhab
Pemikiran
Keywords: Pemikiran Ibnu Hazm; Pemikiran al Amidi; Nasakh
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzhab
Depositing User: Editor : samid library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 11 Apr 2017 07:28
Last Modified: 05 Oct 2021 12:58
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/16047

Actions (login required)

View Item View Item