Analisis Hukum Islam terhadap pemanfaatan barang jaminan dengan sistem bagi hasil di Desa Penyengat Kecamatan Tanjungpinang Kota Kepulauan Riau

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Zulhilma, Resti (2017) Analisis Hukum Islam terhadap pemanfaatan barang jaminan dengan sistem bagi hasil di Desa Penyengat Kecamatan Tanjungpinang Kota Kepulauan Riau. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (522kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (205kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (346kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (156kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (408kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (201kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (163kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (132kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (345kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Hukum Islam Terhadap Pemanfaatan Barang Jaminan Dengan Sistem Bagi Hasil di Desa Penyengat Kecamatan Tanjungpinang Kota Kepulauan Riau”. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan. Pertama, tentang bagaimana praktek pemanfaatan barang jaminan dengan sistem bagi hasil di desa Penyengat Kecamatan Tanjungpinang Kota Kepulauan Riau, dan yang kedua bagaimana analisis hukum Islam terhadap praktek pemanfaatan barang jaminan dengan sistem bagi hasil di Desa Penyengat Kecamatan Tanjungpinang Kota Kepulauan Riau.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode wawancara untuk mendapatkan informasi secara langsung dan didukung oleh bukti yang berupa dokumentasi. Data yang berhasil dikumpulkan selanjutnya disusun dan dianalisis dengan menggunakan pola pikir deskriptif deduktif.Hasil penelitian ini, yakni jika ra>hin hendak meminjam sejumlah uang maka ia menjaminkan pompong (perahu) nya kepada murtahin, dan barang yang dijadikan jaminan boleh dimanfaatkan oleh murtahin. Akan tetapi, dengan catatan hasil yang didapat dibagi dua dengan rahin. Perolehan bagi hasil lebih besar didapat oleh murtahin karena biaya perawatan pompong dan biaya mempekerjakan orang ketiga seutuhnya ditanggung olehnya (murtahin). Apabila ra>hin yang setuju untuk mencicil hutang perbulan tidak membayar cicilan selama tiga bulan, maka akan di beri peringatan oleh murtahin. Jika hingga enam bulan ra>hin tidak juga mebayar, maka di bulan berikutnya barang jaminan akan disita oleh murtahin sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak di awal transaksi.Menurut hukum Islam dan sebagian besar ulama, praktek pemanfaatan barang jaminan dengan sistem bagi hasil di Desa Penyengat ini sudah sesuai dengan rukun dan syarat dari rahn dan mudharabah, akan tetapi terdapat unsur fasiq dalam praktek mudharabahnya. Dalam pelaksaan praktek pemanfaatan barang jaminan dengan sistem bagi hasil di Desa Penyengat ini hendaklah masyarakat lebih mengedepankan rasa tolong menolong antar sesama, dan yang paling utama adalah untuk lebih memahami hukum tentang rahn dan mudha>rabah, agar sesuai dengan hukum Islam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Zulhilma, Restiresti_zulhilma@yahoo.co.idUNSPECIFIED
Subjects: Mudarabah
Gadai
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Zulhilma Resti
Date Deposited: 02 Mar 2017 02:34
Last Modified: 27 Jan 2020 01:05
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/15814

Actions (login required)

View Item View Item