TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG NO. 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP MEKANISME TRANSAKSI JUAL BELI MINUMAN KEMASAN DALAM MESIN OTOMATIS DI UNTAG 1945 SURABAYA

Maghfiroh, Lailatul (2017) TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG NO. 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP MEKANISME TRANSAKSI JUAL BELI MINUMAN KEMASAN DALAM MESIN OTOMATIS DI UNTAG 1945 SURABAYA. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (232kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar isi.pdf

Download (235kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (330kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (427kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (276kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (325kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (234kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (234kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan untuk menjawab pertanyaan: Bagaimana mekanisme jual beli minuman kemasan dalam mesin otomatis di Universitas 17 Agusutus 1945 Surabaya? dan Bagaimana Tinjauan Hukum Islam dan Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen terhadap mekanisme transaksi jual beli minuman kemasan dalam mesin otomatis (UNTAG 1945 Surabaya)?.Data penelitian dihimpun melalui observasi, wawancara dengan pengelola, sales dan pihak UNTAG LPPM, serta melalui studi dokumentasi, selanjutnya data yang berhasil dihimpun dianalisis dengan metode deskriptif yaitu membuat deskripsi, gambaran atau menjelaskan secara sistematis atas data yang berhasil dihimpun terkait dengan pembahasan.Dari hasil penelitian disimpulkan: 1) Analisis mekanisme transaksi jual beli minuman kemasan dalam mesin otomatis di UNTAG 1945 Surabaya hampir sama dengan cara pengoperasian mesin ATM, pemilik mesin telah mencantumkan mekanisme transaksi jual beli minuman kemasan dalam mesin otomatis di mana ada klausula yang didalamnya terdapat harga atau mesin tidak dapat mengembalikan sisa uang, atau dengan kata lain ada kesepakatan bahwa konsumen setuju terhadap segala keputusan sepihak yang diambil oleh produsen. 2) Analisis hukum Islam terhadap mekanisme transaksi jual beli minuman kemasan dalam mesin otomatis (UNTAG 1945 Surabaya) sebagian ulama yaitu Hanafiyah, Malikiyah dan Hambali membolehkan jual beli seperti ini. Sedangkan menurut madzhab Syafi’i, jual beli ini tidaklah sah kecuali dengan adanya ijab dan qobul. Analisis menurut UUPK terutama Psl 18 ayat 1 huruf a yang isinya pengalihan tanggung jawab pelaku usaha. Sebenarnya kontrak standar masih dibenarkan. Namun, UUPK melarang dengan tegas kontrak standar yang isinya mengalihkan tanggungjawab pelaku usaha alias pihak produsen/penjual. Hal ini pelaku usaha dapat dikenai sanksi pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah), ketika mereka melanggar ketentuan pasal 16 huruf b Undang-Undang Perlindungan Konsumen, dalam kaitannya tidak menepati janji atas suatu pelayanan dan/atau prestasi.Dalam kasus ini, diharapkan kepada para konsumen untuk membaca dan meningkatkan pemahaman serta pengetahuan mengenai informasi yang tertera dalam mesin. Dan untuk produsen diharapkan meningkatkan management pengelolaan yang lebih baik lagi.

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Jual beli; perlindungan konsumen; minuman kemasan
Subjects: Hukum Islam
Jual Beli
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Maghfiroh Lailatul
Date Deposited: 08 Feb 2017 08:38
Last Modified: 08 Feb 2017 08:45
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/14993

Actions (login required)

View Item View Item