TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP KONSEP NEGARA SEKULER

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Basri, Hasan (1997) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP KONSEP NEGARA SEKULER. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (481kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (149kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (940kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (8MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (9MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (948kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Sebagai lembaga yang mempunyai kedaulatan penuh dalam suatu negara, pemerintah mempunyai peranan yang sangat besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan suatu negara. Di sinilah power islam kembali di uji dalam kontribusinya mewarnai pertumbuhan dan perkembangan suatu pemerintahan, lebih lebih pemerintahan yang menaungi seluruh rakyatnya yang mayoritas muslim, mengingat fungsi dan peranannya yang demikian besar maka timbullah beberapa pemikiran tentang negara dan pemerintahan yang ideal, yang menjamin tercapainya tujuan suatu negara.Rumusan masalah dalam pembahasan ini adalah 1). Bagaimana deskripsi tentang system konsep negara sekuler? 2). Bagaimana analisis hukum islam terhadap konsep negara sekuler?Metode yang di gunakan dalam metode ini adalah Deduktif, yaitu di awali dengan mengemukakan teori, dalil dalail atau generalisasi yang bersifat umum untuk selanjutnya di kemukakan kenyataan yang bersifat khusus dari hasil riset. Verifikatif, yaitu pengumpulan data empiris dengan mengentaskan suatu hipotesa yang di pakai untuk menilai hasil penerangan (Data yang di himpun) atau pemecahan suatu masalah dengan dua hal, norma norma hukum dan kenyataan (Hasil hasil) sehingga dapat di rumuskan kesimpulannya.Dari pembahasan ini dapat di simpulkan dari segi sosiologis sekularisasi mengandung arti desakralisasi yaitu pencopotan ketabuhan dan kesakralan dari obyek obyek yang semestinya yang tidak tabu dan tidak sacral. Jika di proyeksikan dalam dunia modern sekarang maka sekularisassi dalam kontek sosial mengambil bentuk pemberantasan bid’ah, khurafat dan praktek syirik lainnya. Sedangkan dari sisi filosofis seperti apa yang terjadi di dunia barat, sekularisasi ini berarti separasi (Pemisahan) antara negara dan agama dan bahkan pada puncak seekstrimannya memusuhi dan menghancurkan agama.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Basri, HasanUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Negara Islam
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam; Negara Sekuler
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Arsip Syariah
Depositing User: Nurul Hidayah
Date Deposited: 25 Jan 2017 06:38
Last Modified: 25 Jan 2017 06:38
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/14870

Actions (login required)

View Item View Item