Periwayatan hadis oleh perawi yang dianggap bermasalah: studi analisa kritik sumber

Nabiel, Mohammad (2016) Periwayatan hadis oleh perawi yang dianggap bermasalah: studi analisa kritik sumber. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (547kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (487kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (394kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (6MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (13MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (956kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini mengkaji para periwayat bermasalah dan persebaran hadis-hadisnya dalam Al-Jami’ al-Sahih. Hal ini dilakukan untuk melihat konsistensi atau inkonsistensi al-Bukhari dalam menggunakan standar hadis sahih dan mengaplikasikannya dalam penyeleksikan hadis-hadis. Dari sekian periwayat bermasalah, penelitian ini hanya fokus pada empat periwayat: Isma‘il bin Abi Uways, Husayn bin ‘Abd al-Rahman, Hushaym bin Bashir dan ‘Abd al-Razzaq bin Hammam. Alasan memilih empat ini sebagai sampel penelitian ialah karena pertama, pertimbangan jarh, kidhb, ikhtilat, tadlis dan bid‘ah yang disematkan kepada mereka; kedua, banyaknya hadis yang dimasukkan dalam al-Jami‘ al-Sahih; ketiga, keunikan strategi al-Bukhari dalam meriwayatkan hadis dari mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif sehingga sampel yang ada bisa dilakukan generalisasi. Penelitian ini mengungkap sikap dan faktor al-Bukhari meriwayatkan hadis-hadis periwayat bermasalah serta implikasinya bagi status al-Jami‘ al-Sahih. Simpulnya, sikap al-Bukhari terhadap periwayat bermasalah sangatlah positif, artinya tetap memasukkan hadis-hadis mereka selagi hafal dari yang diriwayatkan serta tidak ada kekeliruan. Sedangkan faktor al-Bukhari memasukkan hadis-hadis mereka dalam al-Jami‘ al-Sahih karena beberapa hal, di antaranya: a. mentarjih lafal hadis dari periwayat yang lebih thiqat; b. mengunggulkan lafal hadis periwayat bermasalah ketimbang lafal hadis periwayat thiqat. Kedua, menunjukkan adanya relatifitas jarh dalam diri periwayat hadis. Ketiga, menguatkan hadis periwayat bermasalah dengan cara menyertakan periwayat thiqat. Keempat, menunjukan kesesuaian periwayat bermasalah dengan jalur periwayat thiqat. Implikasi dari sikap dan faktor ini ialah pertama, mempertanyakan status al-jarh dan al-ta‘dil sebagai asas epistemik bagi penilaian hadis, kedua perlunya membaca ulang konsep hadis sahih yang digariskan ulama hadis muta‘akhirin dalam bingkai praktek kerja kritik yang dilakukan al-Bukhari dan ulama mutaqaddimin lainnya. Ketiga, berfokus kepada ‘illat bukan kualias periwayat. Inilah yang disebut dengan manhaj intiqa’iy yang digunakan al-Bukhari dengan beberapa prinsipnya seperti tajrih nisbiy dan tauthiq nisbiy, ta‘addud al-turuq, muwafaqat dan berfokus kepada aspek al-nakarah dan shudhudh.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Periwayatan hadis
Subjects: Agama
Hadis
Divisions: Program Magister > Ilmu Hadis
Depositing User: Nabiel Mohammad
Date Deposited: 31 May 2017 05:59
Last Modified: 31 May 2017 05:59
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/14820

Actions (login required)

View Item View Item