Muhsin, Ali (2016) Resolusi dan manajemen konflik di Institusi Pendidikan Islam: studi kasus di Pondok Pesantren Al Ichsan Brangkal Sooko, Mojokerto. ['eprint_fieldopt_thesis_type_phd' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (390kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (526kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (353kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (502kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (913kB) | Preview
Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (332kB)
Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (606kB)
Bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (372kB)
Bab 6.pdf
Download (252kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (324kB) | Preview
Abstract
Dewasa ini, membicarakan pesantren ditengah-tengah kondisi masyarakatyang tengah mengalamikrisis multidimensional, menjadi begitu bermakna. Ini karena pesantren terbukti mampu menampilkan diri sebagai pendidikan yang memungkinkan santri belajar secara tuntas, tidak hanya terbatas transfer ilmu pengetahuan-ilmu pengetahuan, tetapi juga aspek pembentukan kepribadian secara menyeluruh. Akan tetapi, karena realitas plural di pondok pesantren yang lahir dengan adanya multifigure ternyata menyumbang munculnya konflik antara elit dan membawa berbagai dampak terhadap pengelolaan pendidikan, maka konflik perlu diteliti dan dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas konflik yang terjadi di Pesantren Al Ichsan; sumber-sumber konflik yang terjadi di Pesantren Al-Ichsan; dampak konflik terhadap manajemen pesantren; dan resolusi konflik yang dilakukan oleh Pesantren Al Ichsan dalam upaya menyelesaikan konflik yang terjadi. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Sumber data dibedakan menjadi dua yaitu “informan” dan “subyek penelitian”. Analisis data digunakan dengan teknik Analisis Data deskriptif kualitatif yang terdiri dari 3 alur dan saling berkaitan, sebagaimana pendapat Milles dan Hubberman, yaitu: Reduksi data, Penyajian data, Penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Konflik laten antar individu para elit berkembang menjadi konflik antar kelompok santri dan memanifestasi dalam bentuk perang urat syaraf. 2) Faktor penyebab konflik adalah dari faktor internal elit pesantren dan faktor eksternal yaitu; faktor ekonomi, perebutan kekuasaan, keluarga dan kewenangan politik, perbedaan pendidikan dan pandangan manajemen. 3) Konflik berimplikasi disfungsional terhadap pengelolaan pendidikan, yaitu dalam konteks struktur organisasi, konteks kepemimpinan, konteks fungsi-fungsi manajemen, konteks aspek manajemen. dan hilangnya kepercayaan masyarakat. 4) Resolusi konflik dilakukan hanya dipermukaan saja yaitu dengan cara tabayyun dan musyawarah serta menghadirkan pihak ketiga yang dianggap mempunyai kredibilitas.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_phd' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | konflik; institusi Islam; resolusi konflik; pengelolaan pendidikan; elit pesantren |
| Subjects: | Pendidikan Islam Pesantren |
| Divisions: | Program Doktor > Ilmu Keislaman |
| Depositing User: | Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id |
| Date Deposited: | 12 Jan 2017 08:04 |
| Last Modified: | 16 Dec 2019 06:21 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/14806 |
