Kemampuan akal pikiran manusia dalam mencapai kebenaran

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Haris, Abdul (1997) Kemampuan akal pikiran manusia dalam mencapai kebenaran. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (484kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (158kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (629kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (547kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (687kB) | Preview

Abstract

Manusia adalah bagian dari makhluk ciptaan tuhan yang menempati posisi terhormat dan dipilih oleh tuhan sebagai wakilnya di dunia. Untuk itu tuhan melengkapi manusia dengan kelengkapan yang istimewa yang tidak diberikan kepada makhluknya yang lain, yaitu berupa akal fikiran. Dengan adnya akal fikiran yang dimilikinya, maka manusia mencapai derajat tertinggi di sisinya, bahkan melebihi malaikat yang selalu dalam ketaatan kepadanya. Dengan ketinggian derajat manusia yang disebabkan akal pikiran yang diberikan kepada tuhan kepadanya, membuat makhluk lain dipaksa tunduk kepada manusia mau atau tidak mau. Rumusan masalah yang akan di bahas dalam pembahasan ini adalah 1). Bagaimana cara akal fikiran memperoleh ilmu pengetahuan yang dipakai sebagai dasar dalam pengambilan keputusan tentang kebenaran? 2). Apakah kebenaran itu dan bagaimana masalah masalahnya? 3). Bagaimana hakekat kebenaran yang dicapai manusia? Dari pembahasan ini digunakan beberapa metode yaitu metode deduksi, metode induksi, metode komparatif, dan metode deskriptif. Metode deduksi yaitu dari pengertian umum di buat lebih khusus. Metode induksi yaitu berangkat dari fakta fakta yang khusus, peristiwa peristiwa yang kongrit, kemudian dari fakta fakta atau peristiwa yang khusus kongkret itu ditarik generalisasi yang bersifat umum. Metode komparasi yaitu membandingkan antara satu pemikiran atau pendapat dengan pemikiran atau pendapat lain dalam masalah yang sama. Metode deskriptif yaitu membahasakan atau mengambarkan permasalahan permasalahan dari pembahasan yang ada, agar didapat pemahaman baru yang bersifat mantap. Kesimpulan dari pembahasan ini menurut ar razi akal merupakan anugrah tuhan yang amat penting. Sedangkan menurut descartes ia mempunyai kepastian tentang ide "Saya berfikir, maka saya ada". Menurut al farabi bahwa filosof dengan adanya akal intelektualnya serta dengan usaha sendiri dalam latihan latihan dan kontemplasi ia dapat mengadakan komunikasi dengan akal kesepuluh, maka dengan akal intelektual itu mereka dapat mencapai kebenaran.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Haris, Abdul--069110168
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN/NIP
Thesis advisorSudaryanto, Kasno----
Subjects: Filsafat
Uncontrolled Keywords: Akal; Manusia; Kebenaran
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Editor : Arifah Wikansari------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 10 Jan 2017 09:02
Last Modified: 30 Jun 2020 11:59
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/14779

Actions (login required)

View Item View Item