PENAFSIRAN AYAT-AYAT KAWNIYYAH KAJIAN ATAS PENAFSIRAN AL-RAZI TERHADAP AYAT-AYAT TENTANG BINATANG DALAM MAFATIH AL-GHAYB

Taufikurrahman, Taufikurrahman (2012) PENAFSIRAN AYAT-AYAT KAWNIYYAH KAJIAN ATAS PENAFSIRAN AL-RAZI TERHADAP AYAT-AYAT TENTANG BINATANG DALAM MAFATIH AL-GHAYB. PhD thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (128kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (80kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (31kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (238kB) | Preview
[img] Text
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (518kB)
[img] Text
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (243kB)
[img] Text
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (28kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (112kB) | Preview

Abstract

Di dalam al-Qur’an terdapat lebih dari 750 ayat-ayat kawniyyah yang menunjuk pada fenomena alam, dan manusia diminta untuk memikirkannya. Kenyataan ini, kemudian menimbulkan perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang maksud keberadaan dan upaya penafsirannya. Pendapat pertama mengatakan bahwa adanya ayat-ayat kawniyyah merupakan isyarat tentang ilmu pengetahuan yang dicakup oleh al-Qur’an, karena itu penafsirannya harus dikaitkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Sementara, pendapat kedua menyatakan bahwa ayat-ayat kawniyyah, ditujukan untuk menunjukkan kemahakuasaan Allah swt. Perkembangan ilmu pengetahuan bukanlah sumber penting dalam penafsiran ayat-ayat kawniyyah, karena al-Qur’an itu adalah kitab
petunjuk dan bukan ensiklopedi ilmu pengetahuan.
Mafa tih al-Ghayb karya Fakhr al-Din al-Razi, merupakan tafsir pertama yang banyak menghubungkan ayat-ayat kawniyyah dengan ilmu pengetahuan. Karya al-Razi ini, menjadi perdebatan di kalangan para ulama. Mereka yang kontra menyatakan bahwa penafsiran al-Razi ini bisa menyeret pembacanya dari tujuan Allah menurunkan al-Qur’an dan menyatakan bahwa “di dalam tafsir al-Razi terdapat segala sesuatu kecuali tafsir itu sendiri” (fihi kull shay’ illa altafsir). Sementara mereka yang pro dengan al-Razi menolak pandangan yang mendiskreditkan Mafa tih al-Ghayb dengan menyatakan bahwa “di dalam tafsir al-Razi terdapat segala sesuatu yang berkaitan dengan tafsir” (fi hi kull shay’ ma‘a altafsir) dan bahwa Mafa tih al-Ghayb menghimpun semua hal yang tidak ada dalam tafsir yang lain. al-Dhahabi yang sangat mengecam corak penafsiran ilmiah, ternyata menilai tafsir Mafa ti h al-Ghayb sebagai bagian al-tafsi r bi al-ra’y almah mu d, yang bisa diterima. Pro kontra tentang Mafati h al-Ghayb ini merupakan sesuatu yang menarik untuk diteliti.
Fokus penelitian dalam tulisan ini yaitu: 1) Bagaimana pandangan al-Razi tentang ayat-ayat kawniyyah? 2) Apa saja sumber yang dipakai oleh al-Razi dalam menafsirkan ayat-ayat kawniyyah, 3) Bagaimana metode penafsiran al-Razi terhadap ayat-ayat kawniyyah? 4) Bagaimana prinsip penafsiran al-Razi terhadap ayat-ayat kawniyyah? dan 5) Bagaimana kontribusi penafsiran al-Razi terhadap pengembangan penafsiran ayat-ayat kawniyyah?
Adapun temuan penelitian ini yaitu, pertama, ayat-ayat kawniyyah dalam pandangan al-Razi, adalah ayat-ayat yang mengungkapkan tentang hikmah dan kekuasaan Allah swt lewat keberadaan alam semesta ini. Tujuan penafsiran ayatayat
kawniyyah adalah untuk mengenal Allah swt dengan sebenar-benarnya lewat keberadaan makhluk-Nya sehingga tidak tersisa sedikitpun keraguan

Email:
Item Type: Thesis (PhD)
Additional Information: Roem Rowi
Uncontrolled Keywords: Ayat Kauniyah; Ghaib; Razi; Ayat-ayat tentang Binatang; Mafatih
Subjects: Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Divisions: Program Doktor > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Editor : Ummir Rodliyah------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 27 Mar 2015 08:48
Last Modified: 27 Mar 2015 08:48
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/1476

Actions (login required)

View Item View Item