NASI BORAN DAN IDENTITAS MASYARAKAT : STUDI TENTANG TRADISI KHAS DUSUN KAOTAN DESA SUMBEREJO KECAMATAN LAMONGAN KABUPATEN LAMONGAN

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Zamzam, Alif Firdaus (2014) NASI BORAN DAN IDENTITAS MASYARAKAT : STUDI TENTANG TRADISI KHAS DUSUN KAOTAN DESA SUMBEREJO KECAMATAN LAMONGAN KABUPATEN LAMONGAN. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (677kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (92kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (109kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (372kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (269kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (469kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (700kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (224kB) | Preview

Abstract

Fokus penelitian yang digunakan oleh peneliti sebagai kajian dalam skripsi ini adalah 1.) Apakah yang membuat tradisi nasi boran ini tetap dipertahankan sebagai identitas masyarakat Desa Kaotan Kecamatan Made Kabupaten Lamongan? 2.) Bagaimanakah cara masyarakat penjual mempertahankan nilai-nilai tradisi Nasi Boran Desa Kaotan Kecamatan Made Kaabupaten Lamongan ini? 3.) Bagaimana pandangan masyarakat (pembeli) terhadap tradisi pada Nasi Boran ini?
Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, metode ini dipilih agar diperoleh data penelitian yang bersifat mendalam dan menyeluruh mengenai tradisi yang ada di dalam nasi boran sehingga menjadikan identitas pada dusun kaotan. Data yang diperoleh kemudian disajikan secara deskriptif dan dianalisis menggunakan teori tindakan sosial Max Weber.
Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: (1) Yang menjadikan tradisi Nasi Boran masih bertahan ialah tradisi ini hanya berasal dari satu dusun, jadi tidak terputus antara orang tua dan anak untuk mewarisi tradisi ini. Anjuran oleh orang tua untuk menjadi penjual nasi boran dibanding harus bekerja keluar kota. Apresiasi dari pemerintah dengan cara mengadakan perlombaan adu nikmat nasi boran pada efen tahunan. (2) Cara yang dilakukan untuk melestarikan tradisi ini ialah dengan menjaga resep keaslian tanpa memodifikasi seperti halnya masakan-masakan tradisional lain yang telah berhasil dimodifikasi. Mempertahankan cara berjualan yang hanya lesehan menggunakan tikar di trotoar pinggir jalan. (3) Masyarakat atau pembeli memandang unik tradisi ini karena dari sekian banyak penjual hanya berasal dari satu Dusun dan hanya menjumpai di sekitaran lamongan bagian kota saja.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Warsito
Creators:
CreatorsEmailNIM
Zamzam, Alif FirdausUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Kebudayaan
Sosiologi > Sosiologi Islam
Uncontrolled Keywords: Nasi Boran; Identitas Masyarakat; Tradisi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: Editor : Rini Wahyuningsih------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 04 Feb 2015 01:15
Last Modified: 04 Feb 2015 01:15
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/146

Actions (login required)

View Item View Item