TRANSFORMASI MAKNA PERNIKAHAN SUKU TENGGER DI ERA MODERNISASI

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Romdloni, M. 'Afwan (2016) TRANSFORMASI MAKNA PERNIKAHAN SUKU TENGGER DI ERA MODERNISASI. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (387kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (252kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (4MB) | Preview
[img] Text
Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] Text
Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (595kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Pertemuan budaya lokal yang bersifat tradisonal dengan budaya modernitas dalam banyak hal seringkali mengundang perdebatan panjang dan menyisakan banyak persoalan. Sebagaimana perkembangan di wilayah Tengger yang kental dengan budaya tradisional dengan berbagai upacara adat, sedang mengalami sebuah ujian dengan adanya globalisasi teknologi dan informasi. Kuatnya sebuah perkembangan zaman juga mempengaruhi budaya yang sudah mapan dalam suatu wilayah.
Secara khusus, fokus kajian studi ini untuk menjawab sebuah hal berkaitan dengan transformasi makna pernikahan suku tengger di era modernisasi. Yakni guna menjawab pertanyaan bagaimana proses terjadinya transformasi makna pernikahan di suku Tengger di era modernisasi? Dan apa wujud transformasi makna pernikahan suku Tengger di era modernisasi?
Untuk mengkonstruk jawaban diatas, peneliti menggunakan metode fenomenologi sosial dengan didukung sebuah teori yang dibangun dalam kontruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckman. Teori konstruksi sosial ini menyatakan bahwa setiap fakta yang hadir di tengah-tengah masyarakat (realitas sosial) merupakan hasil proses dialektika. Bahkan di dalamnya terdapat dialektika antara individu menciptakan masyarakat dan masyarakat menciptakan individu. Kedua unsur ini saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya.
Dengen metode dan pendekatan tersebut, penelitian ini menemukan bahwa, semapan apapun masyarakat dalam menjalankan sebuah kebudayaan, perubahan akan tetap terjadi. Sebab perkembanan zaman akan tentu menuntut sebuah kemajuan dan perkembangan yang lebih baik. Dengan interaksi masyarakat yang sangat luas dan mudah didukung berbagai media yang ada, hal ini mempermudah dalam proses eksternalisasi, objektifikasi serta internalisasi dalam pola pikir masyarakat yang terus berkembang.
Pada masyarakat Tengger wujud nyata transformasi makna sudah terlihat dari beberapa keadaan yang erat kaitannya dengan budaya pernikahan suku Tengger. Diantaranya masyarakat tengger sekarang ini dalam menjalankan pernikahan adat tengger hanya sebatas formalitas, guna menjaga tradisi supaya tidak punah. Sebab masyarakat tengger sedikit banyak pola pikirnya mengalami sebuah transformasi dari yang irasional menuju rasional. Dengan berbagai faktor yang melatarbelakangi khususnya dengan kemajuan zaman yang semakain modern. Selain itu, dalam masalah sistem pernikahan yang dulu menganut endogami sekarang juga sudah pudar dan bergeser dengan sistem eksogami, yang membolehkan masyarakat tengger menikah dengan masyarakat diluar sukunya. Dengan demikian, penelitian ini menyangkal penelitain sebelumnya bahwa masyarakat Tengger tidak mengalami sebuah perubahan dengan adanya modernisasi yang pesat sekarang ini.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Romdloni, M. 'Afwanafwanromdloni@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Nikah
Uncontrolled Keywords: Transformasi; Pernikahan; Tengger
Divisions: Program Magister > Dirasah Islamiyah
Depositing User: Romdloni M. Afwan
Date Deposited: 25 Nov 2016 03:21
Last Modified: 25 Nov 2016 03:21
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/14412

Actions (login required)

View Item View Item