Kepercayaan masyarakat Lamongan terhadap makam Mbah Alun di Desa Balun Dalam Perspektif Islam

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Muarofah, Umi (1998) Kepercayaan masyarakat Lamongan terhadap makam Mbah Alun di Desa Balun Dalam Perspektif Islam. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (541kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (160kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (284kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (987kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (302kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (317kB) | Preview

Abstract

Di Indonesia yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam, ternyata memiliki sejumlah fenomena keagamaan yang tradisional dan masih hidup hingga sekarang. Oleh sebab itu, dalam sejarah sebelum masuknya Islam ke tanah Indonesia dalam negeri ini telah ada beberapa agama dan kepercayaan. Keadaan inilah yang kemudian secara turun temurun hingga sekarang masih hidup di kalangan umat Islam Indonesia. Sebagaimana yang masih berlangsung dalam kehidupan beragama masyarakat Muslim di desa Balun. Masyrakat Lamongan yang merasa dirinya masih keturunan Mbah Alun, masih melaksanakan adat misalnya setelah akad nikah mereka selalu datang ke makam tersebut untuk meminta restu agar agar tidak mendapatkan petaka, Akan tetapi jika tidak datang ke makam Mbah Alun, maka kedua mempelai atau keluarganya akan ada yang mendapatkan suatu petaka. Rumusan masalah dalam pembahasan ini adalah; 1). Bagaimana asal usul makam Mbah Alun yang terletak di desa Balun. 2). Apakah makam Mbah Alun dikeramatkan. 3). Apa yang menjadi tradisi keturunan Mbah Alun. 4). Bagaimana pandangan Islam terhadap makam Mbah Alun.
Sumber data yang digunakan adalah dari beberapa buku-buku yang berkaitan dengan permasalahan yang ada, pendapat para tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar, dan responden dari 100 orang. Teknik pengumpulan datanya menggunakan metode Observasi, Interview, Angket dan Dokumenter. Pengolaha data melalui Editing, Koding, Klasifikasi dan Tabulasi. Sedangkan analisa datanya melalui Induktif, Deduktif dan Komparatif. Kesimpulan dalam pembahasan ini adalah; 1). Mbah Alun disebut juga dengan Mbah Sinare atau Mbah Samudra yang asalnya dari ombak atau alun dan masih keturunan Ki-Gede berasal dari pedukuhan Cancing Desa Sendang Rejo Kecamatan Ngimbang. 2). Kepercayaan masyarakat Desa Balun terhadap makam Mbah Alun sangat kuat. Hal ini dikarenakan semasa hidupnya Mbah Alun selain berwajah tampan juga pandai, baik dalam pemerintahan, keagamaan juga bela diri. 3). Dengan adanya kepercayaan terhadap makam Mbah Alun, maka timbullah tradisi-tradisi dalam masyarakat Desa Balun terutama keturunan Mbah Alun yaitu masalah perkawinan dan hasil sawah. 4). Ajaran Islam khusunya masalah aqidah, senantiasa mengajarkan nilai-nilai ke Ilahian. Adapun cara penanggulangannya ialah dengan membentuk suatu lembaga kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang social keagamaan, misalnya remaja masjid, kegiatan jam’iyah dan sebagainya. Kesemuanya dijadikan mobilisator dalam meningkatkan kualitas agama.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Muarofah, Umi--059310034
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorTaranggono, Eko--150224887
Subjects: Perbandingan Agama
Perbandingan Agama
Keywords: Tradisi Masyarakat; Perspektif Islam; Kepercayaan
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Perbandingan Agama
Depositing User: Editor : Arifah Wikansari------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 22 Nov 2016 02:40
Last Modified: 04 Nov 2020 15:48
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/14352

Actions (login required)

View Item View Item