BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Alwy, Susiati (2012) BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK. IAIT Press, Kediri. ISBN 978-979-18633-5-4

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (461kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Kata Pengantar.pdf

Download (603kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (265kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 6.pdf

Download (6MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (191kB) | Preview

Abstract

Dalam konseling kelompok kedua pihak harus bekerja sama agar masing-masing dapat memahami diri dan permasalahannya serta mampu mengembangkan potensi positif dalam dirinya, sehingga klien dapat memecahkan permasalahannya didalam kelompok, tentu atas bantuan dari konselor. Karena itu seorang konselor yang bekerja dibidang interaksi antar manusia harus dilengkapi dengan ilmu penunjang lain misalnya: psikologi, sosiologi, ilmu pendidikan, dan ilmu-ilmu lain yang bersinggungan dengan perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Konselor harus memiliki keterampilan koseling yaitu menguasai teknik-teknik konseling di setiap tahapan proses konseling: tahap awal, tahap pertengahan, tahap akhir. Tujuan diadakan tahap-tahap dalam proses konseilng agar koselor dapat memantau atau mengetahui sampai dimana kemajuan konseling yang dilakukannya. Dalam setiap konseling ada teknik tertentu dan tujuan yang harus dicapai, maka konselor harus mampu menangkap permasalahan klien dalam kelompok secara definitif sesuai dengan pernyataan klien dan bahasa isyarat yang diajukan klien. Selanjutnya dari masalah klien itulah konselor mendalami dan memahami permasalahan klien hingga tuntas yakni: klien menurunkan kecemasannya, klien mampu memecahkan masalahnya, klien mampu membuat rencana masa depan setelah melewati masa-masa sulit. Konselor selama menangani permasalahan yang dihadapi klien secara kelompok, konselor harus mampu membaca perilaku masing-masing klien dalam kelompok tersebut misalnya: bahasa tubuh, isyarat, cara duduk, mimik mukanya dan lain sebagainya. Perilaku klien akan membantu konselor daJam ikut memecahkan permasalahan yang dihadapi klien tersebut. Banyak masalah-masalah yang dihadapi klien terutama siswa di sekolah menjadi prioritas penanganan konselor secara intensif, agar mereka dapat menyelesaikan studinya sampai tamat. Karena banyak tetjadi permasalahan yang mereka hadapi tidak bisa tuntas, sehingga mereka merasa cemas, gundah, ragu-ragu dan tidak menentu dalam mengahdapi hidup. Saya berharap buku ini dapat bermanfaat dan dapat membantu konselor terutama, dan para mahasiswa Bimbinghan Konseling serta calon guru, untuk membantu klien maupun siswanya secara optimal dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya, sehingga bisa mencapai tujuan yang diharapkan oleh mereka dan bisa merencanakan hidup di masa depan yang cerah.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Book
Creators:
CreatorsEmailNIM
Alwy, Susiatisusiatialwy@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Bimbingan Konseling
Uncontrolled Keywords: Belajar kelompok; bimbingan kelompok; konseling kelompok
Divisions: Karya Ilmiah > Buku
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 10 Nov 2016 07:29
Last Modified: 01 Dec 2017 13:59
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/14276

Actions (login required)

View Item View Item