METODE TAFSIR KITAB- KITAB TAFSIR AHKAM: STUDI ATAS SASARAN DAN TERTIB AYAT YANG DITAFSIRKAN

Azizah, Siti (1992) METODE TAFSIR KITAB- KITAB TAFSIR AHKAM: STUDI ATAS SASARAN DAN TERTIB AYAT YANG DITAFSIRKAN. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (142kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (160kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (388kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (262kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (321kB) | Preview

Abstract

Upaya untuk menafsirkan Al-Qur’an guna mencari dan menemukan makna-makna yang terkandung di dalamnya telah dilakukan semenjak zaman Rasulullah SAW. Untuk bias memperoleh hasil penafsiran yang baik dan benar, selain orang menafsirkan harus memenuhi syarat-syarat sebagai mufassir, harus pula ditempuh tata cara menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an yang baik dan benar. Sementara itu dalam kitab-kitab tafsir Ahkam, cara menfsirkan ayat-ayatnya tidaklah urut ayat sebgaimana urutan dalam mushaf, akan tetapi hanya menafsirkan ayat-ayat yang berisi tentang hukum. Hal ini dianggap bahwa mufassir memahami dan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an hanya secara parsial, maka semacam ini dapat diasumsikan menggunakan metode maudlu’I atau topikal. Rumusan masalah dalam pembahasan ini adalah; 1). Mengapa tafsir-tafsir Ahkam dalam tafsirnya tidak urut ayat sebagaimana yang ada dalam mushaf Utsmani, 2). Apakah tafsir-tafsir Ahkam dengan cara tafsirannya itu sudah bias dikategorikan sebagai tafsir yang bermetode al-maudlu’I, 3). Metode apakah yang terbaik dan cocok bagi penafsiran ayat-ayat ahkam.
Teknik yang digunakan dalam pembahasan ini menggunakan; pertama, Studi Kepustakaan, sebagai pelengkap studi kepustakaan ini juga memanfaatkan majalah yang punya nilai ilmiah. Yang kedua, dengan Fiel Research dengan metode wawancara yaitu pengumpulan data dengan informen. Data-data yang telah terkumpul dianalisa dengan menggunakan metode kualitatif dengan pola pikir Induktif (untuk menganalisa tafsir-tafsir Ahkam dari segi metode penafsirannya, Deskriptif (dititik beratkan pada pemahaman metode penafsiran sesuai dengan peninjauan dalam pembahasan), Komparatif (digunakan untuk menganalisa data dengan cara memperbandingkan berbagai pendapat para ahli). Kesimpulan dalam pembahasan ini adalah; 1). Bahwa ayat-ayat Ahkam dalam Al-Qur’an tidak terkumpul dalam satu atau dua surat tetapi secara redaksional ia terpisah-pisah dan pula tidak semua ayat mengandung hukum, tafsirannya tidaklah urut ayat sebagaimana yang ada dalam mushaf. 2). Tafsir-tafsir Ahkam yang ada masih belum bias dikategorikan sebagai tafsir yang bermetode Maudlu’i, sebab belum memenuhi syarat-syarat Maudlu’i. 3). Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa tafsir Ahkam sebagaimana yang telah dibahas, lebih relevan menggunakan metode Maudlu’i. Sebab dengan metode Maudlu’i, mufassir akan mengumpulkan ayat yang sebahasan kemudian memisahkan antara yang Makkiyah dan Madaniyah, sehingga dapat mengetahui antara yang nasih dan yang mansuh serta dapat memberikan jawaban yang konkrit dari suatu masalah dengan tuntas dan praktis untuk kehidupan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Tafsir; Metode Tafsir; Tafsir Ahkam
Subjects: Tafsir > Hadist
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Arsip Syariah
Depositing User: Editor : Arifah Wikansari------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 03 Nov 2016 06:44
Last Modified: 03 Nov 2016 06:44
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/14211

Actions (login required)

View Item View Item