UPACARA BARIKAN PADA MASYARAKAT DESA MOROREJO KECAMATAN TOSARI KABUPATEN PASURUAN

Ma'rufiati, Atik (1998) UPACARA BARIKAN PADA MASYARAKAT DESA MOROREJO KECAMATAN TOSARI KABUPATEN PASURUAN. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (617kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (150kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (366kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (855kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (574kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (275kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini memaparkan tentang unsur-unsur budaya yang terdapat didalam upacar Barikan yang dilaksanakan oleh masyarakat Mororejo Kecamatan tosari Kabupaten Pasuruan. Upacara Barikan adalah upacara untuk menolak bala’, agar hidup mereka terhindar dari berbagai bencana yang merugikan. Seperti wabah penyakit, baik yang menyangkut tanaman ataupun tetrnak mereka. Masyarakat Mororejo merupakan salah satu bagian dari masyarakat Tengger. Masyarakat Tengger mayoritas beragama Hindu, akan tetapi pengaruh agama Islam telah masuk menjadi bagian adat kehidupannya. Masyarakat Mororejo yang beragama Islam sampai saat ini masih memiliki sifat dualism peribadatan, di satu sisi mereka mengamalkan ajaran Islam, namun di sisi lain juga melestarikan dan aktif didalam suatu tradisi yang berkembang pada masyarakat.
Tradisi upacara Barikan ini dilakukan di berbagai desa yang berada di Kecamatan Tosari atau di kawasan Suku Tengger. Upacara Barikan yang ada di dalam kehidupan masyarakat Mororejo atau Tengger, mempunyai hubungan erat dengan kehidupan bermasyarakat dan kehidupan beragama, sehingga mereka melaksanakan secara bersama empat kali dalam setahun, sedangkan temapat pelaksanaannya di perempatan jalan, sanggar, petren/danyang, banyu yang dianggap ada arwahnya yang bertempat tinggal. Upcara Barikan ini dipimpin oleh dukun dan mudin, yang diakhiri dengan makan dan do’a. Dan dalam melaksanakan upacara ada hal - hal yang harus dihindari dalam istilah Tengger disebut wewaler (pantangan).
Di dalam upacara Barikan ini terdapat berbagai perpaduan unsur-unsur budaya yang berasal dari berbagai agama seperti animism, dinamisme, Hindu, Budha dan Islam dalam upacara tersebut antara lain : 1. Masyarakat Mororejo atau Tengger masih kuat keyakinnya terhadap roh-roh halus yang mempengaruhi kehidupan mereka. Dan tempat yang dianggap ada arwahnya yang bertempat tinggal, dengan demikian bias ditegaskan dalam pelaksanaan upacara Barikan terdapat unsur animisme dan dinamisme. 2. Pada upacara Barikan unsur Hindu Nampak pada macam sesaji yang ditujukan kepada Yang Mbau Rekso desa, sebagai kurban dimaksud untuk mempengaruhi para dewa agar berkenan menolong manusia. Di samping itu penghormatan roh leluhur, alat-alat upcara dan mantra-mantra yang berasal dari agama Hindu dan Budha. 3. Upacara Barikan diakhiri dengan makan bersama atau kenduren, dan do’a yang dipanjatkan yaitu ayat kursi dan do’a kubur serta waktu pelaksanaan upacara pada bulan yang dianggap banyak membawa berkah ini semua merupan ciri khas budaya atau agama Islam.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Barikan; Upacara Adat; Masyarakat
Subjects: Sejarah Peradaban Islam
Adat
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Editor : Arifah Wikansari------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 01 Nov 2016 03:38
Last Modified: 01 Nov 2016 03:38
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/14162

Actions (login required)

View Item View Item