PENCEMARAN NAMA BAIK DALAM SURAT AN-NUUR

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ningsih, Wahyuni (2016) PENCEMARAN NAMA BAIK DALAM SURAT AN-NUUR. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (316kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (223kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (532kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (646kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (727kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (501kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (320kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (312kB) | Preview

Abstract

Fokus masalah yang akan di teliti adalah pelajaran yang dapat diambil dari kisah ‘Aisyah mengenai pencemaran nama baik kasus tuduhan zina prespektif al-Aqur’a>n. Di dalam al-Qur’a>n terdapat ayat-ayat pencemaran nama baik yang memberikan gambaran secara implisit mengenai hukum bagi orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang suci dengan tuduhan bahwa mereka telah melakukan penyelewengan. Bahkan, al-Qur’a>n juga memberikan penjelasan mengenai tata cara penyelesaian kasus pencemaran nama baik tersebut beserta sanksi yang diberikan kepada pelaku pencemaran.Skripsi ini membahas tentang bagaimana penafsiran ayat-ayat al-Qur’a>n pencemaran nama baik dan bagaimana kontekstualis tafsir ayat al-Qur’a>n tentang pencemaran nama baik.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif melalui kajian-kajian literatur yang terkait topik pencemaran nama baik (library Research). Merujuk pada karya-karya tafsir data di himpun dan di analisis sesuai prosedur dalam metode mawdu>i dengan corak adabi Ijtima’i yakni setting sosial.Tuduhan zina adalah kasus pencemaran Nama baik, di dalam al-Quran terdapat cara menanggulanginya secara bijak dan tanpa emosi yang berlebihan dengan kepala dingin dan tergesa-gesa dalam menyimpulkan gosip, ketika seseorang menuduh zina maka ia diharuskan mempunyai saksi, jika tidak mendapat saksi maka mendapat tiga knsekuensi dari tuduhan tersebut, pertama dikenai dera 80 kali, kedua kesaksiannya tidak diterima selamanya, ketiga dianggap sebagai orang fasik (tidak adil menurut Allah dan Manusia). Jika suami yang menuduh istrinya dan tidak bisa membuktikannya adengan saksi-saksi maka dikenakan sumpah Li’an. Jika istri diam tidak membantah tuduhan suaminya maka dikenai tuduhan zina. Ayat 8-10 memberikan kesempatann istri untuk membela diri ketika dituduh suaminya berzina. Ia harus bersaksi yakni empat kesaksian yakni dengan empat kali sumpah dengan menyebut nama Allah bahwa suaminya msuk ke Dalam kelompok orang-orang yang dusta.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ningsih, WahyuniUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Tafsir
Uncontrolled Keywords: Pencemaran
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Ningsih Wahyuni
Date Deposited: 06 Sep 2016 07:27
Last Modified: 06 Sep 2016 07:27
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/13941

Actions (login required)

View Item View Item