METODE KRITIK MUHAMMAD NASR AL-DIN AL-ALBANI (W.1419 H) DALAM KITAB DA'IF AL-ADAB AL-MUFRAD

Lutfianto, Mohammad (2016) METODE KRITIK MUHAMMAD NASR AL-DIN AL-ALBANI (W.1419 H) DALAM KITAB DA'IF AL-ADAB AL-MUFRAD. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (621kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (182kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (439kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (445kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (524kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (548kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (519kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (810kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (544kB) | Preview

Abstract

Masalah yang diteliti dalam karya ini berawal dari munculnya seorang tokoh hadis kontemporer yaitu Muhammad Nasr al-Din al-Albani yang mengklasifikasikan hadis sahih dan da’if yang tedapat kitab-kitab hadis yang terkenal ke dalam kitab yang berbeda. Salah satunya adalah kitab al-Adab al-Mufrad karya al-Bukhari yang dia takhrij kualitas hadisnya sehingga menghasilkan kitab Da‘if al-Adab al-Mufrad. Disinilah peneliti tertarik untuk mengkaji kitab tersebut yang mana kitab karya ulama al-Bukhari bisa ditakhrij oleh al-Albani.Adapun masalah yang ada dalam penelitian ini adalah: 1) Apa kriteria hadis daif menurut al-Albani?, 2) Bagaimana kritik yang digunakan al-Albani dalam mengkritik keda'ifan hadis dalam kitab al-Adab al-Mufrad? 3) Bagaimana pandangan ulama hadis terhadap kritik al-Albani tentang ke-da'if-an hadis dalam kitab al-Adab al-Mufrad?Penelitian ini bersifat kepustakaan (library reseach), dalam menjawab penelitian dilakukan metode takhrij al-Hadith, naqd al-Sanad dan naqd al-Matan. metode-metode tersebut digunakan untuk mengetahui letak hadis yang semisal dalam kitab lain dan juga untuk mengetahui kualitas hadis baik dari segi sanad atau matannya.Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1) Dalam mendefinisikan hadis daif al-Albani menggunakan kaidah yang telah ditetapkan oleh para ulama hadis, yaitu hilangnya salah satu syarat hadis sahih berupa persambungan sanad (ittisal al-sanad), rawi yang adil (‘adallah al-ruwah), rawi yang thiqah (thiqat al-ruwah), tidak shadh (‘adam al-shudhudh) dan tidak mengandung ‘illat (‘adam al-‘illat). 2) Metode kritik al-Alba>ni> seperti yang disebutkan bahwa ia mengikuti metode kritik yang telah diformulasikan oleh ulama terdahulu, yaitu menggunakan kritik sanad dan matan, hanya saja dia tidak bertaqlid terhadap seorangpun dalam menilai hadis, seperti hadis nomer 920 yang mana dinilai marfu’ oleh al-Tabari namun al-Albani men-da‘if-kannya serta menolak ta’lil yang dilakaukan Fadlullah pada tabaqah Sahabat yang majhul seperti pada hadis nomer 190 dan 888. 3) Tidak sedikit ulama yang mengomentari beberapa karyanya, ada yang membela ada juga yang mendiskreditkanya. Seperti dikatakan bahwa ia tidak memiliki guru, dan belajar secara otodidak sehingga ia tidak dapat dikatakan ahli hadis. Namun para pembelanya menatakan bahwa ia pernah berguru pada ayahnya dalam ilmu fiqh yang bermadhab hanafi, belajar al-quran dan tajwidnya serta menghatakan riwayat H}afs} serta mendapat ijazah hadis dari Muhammad Raghib al-Tabbakh sekaligus sanad yang bersambung hingga Imam Ahmad bin Hanbal. Selain itu ia juga dikatakan tidak konsisten dalam menilai hadis. Namun ketidak konsistenan itu terjadi terjadi dalam wilayah praktek, bukan wilayah kaidah yang ia pakai.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Hadis
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tafsir Hadis
Depositing User: Lutfianto Muhammad
Date Deposited: 05 Sep 2016 03:04
Last Modified: 05 Sep 2016 03:04
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/13780

Actions (login required)

View Item View Item