NASIONALISME TKI DALAM FILM MINGGU PAGI DI VICTORIA PARK

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Pramesti, Setyani Nur (2014) NASIONALISME TKI DALAM FILM MINGGU PAGI DI VICTORIA PARK. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (38kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (40kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (90kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (98kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (58kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (41kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (11kB) | Preview

Abstract

Peranan film terhadap jiwa manusia mempunyai pengaruh yang sangat besar sekali. Film yang mempunyai cerita yang menarik, tentu saja akan berpengaruh baik kepada yang menonton film tersebut. Bahkan film sendiri, sudah banyak difungsikan sebagai media penerangan dan pendidikan. Film
Minggu Pagi di Victoria Park merupakan film yang bertema nasionalisme yang membahas tentang kehidupan para TKI di Hongkong dan juga menjadi film pertama yang membahas tentang permasalahan TKI, meskipun tidak ditampilkan kekerasan yang dialami TKI seperti yang banyak diberitakan media. Para TKI yang disebut-sebut sebagai Pahlawan Devisa karena mereka telah menghasilkan devisa untuk negara, dan juga banyak memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
Zaman sekarang, nasionalisme sudah mengalami pendangkalan makna. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna nasionalisme TKI yang ada dalam film Minggu Pagi di Victoria Park.
Penelitian ini mengacu pada semiotika Roland Barthes yang menggunakan teori signifikasi dua tahap, yaitu denotasi dan konotasi. Makna denotasi merupakan makna sesungguhnya, sedangkan makna konotasi adalah makna yang bertemu dengan perasaan, emosi, dan nilai kebudayaannya dan kemudian
dihubungkan dengan makna kebudayaannya yaitu mitos. Unit analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu film Minggu Pagi di Victoria Park yang digunakan secara keseluruhan sebagai objek penelitian yang akan diteliti.
Dari penelitian ini secara denotasi film Minggu Pagi di Victoria Park menceritakan para TKI yang berjuang untuk hidup di negeri orang demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Sedangkan secara konotasi ditemukan bahwa nasionalisme TKI dibuktikan dengan adanya sebutan Pahlawan Devisa. Nasionalismedalam bentuk verbal dan non verbal pada film, membentuk sebuah representasi TKI dalam film. Sebutan pahlawan devisa tidak dipedulikan oleh para TKI, karena yang terpenting bagi mereka adalah mencari penghasilan. Tetapi devisa yang dihasilkan merupakan bentuk nasionalisme para TKI yang secara tidak langsung ditunjukkan. TKI dalam film Minggu Pagi di Victoria Park selain banyak menyumbangkan devisa kepada negara, mereka juga menjadi pahlawan tersendiri bagi keluarganya dengan satu tujuan mullia yaitu memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Secara mitos perempuan dulunya hanya bekerja diladang dan
sawah, tulang punggung keluarga adalah laki-laki, tetapi sekarang tidak terlalu diperhatikan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Yusuf Amrozi
Creators:
CreatorsEmailNIM
Pramesti, Setyani NurUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Ilmu Komunikasi
Uncontrolled Keywords: Film; Nasionalisme; TKI; Semiotika.
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Editor : Yuhyil Ayda------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 03 Feb 2015 08:58
Last Modified: 03 Feb 2015 08:58
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/137

Actions (login required)

View Item View Item