Tinjauan Akad Khiyar terhadap jual beli Sapi di Pasar Pegirian Surabaya

Yudha, Muhammad Ardyansyah Kharisma (2016) Tinjauan Akad Khiyar terhadap jual beli Sapi di Pasar Pegirian Surabaya. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (816kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (206kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (339kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (599kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (529kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (329kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (501kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (292kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (421kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian lapangan dengan judul “Tinjauan Akad khiyar Terhadap jual-beli sapi Di Pasar Pegirian Surabaya”. Skripsi ini merupakan penelitian untuk menjawab pertanyaan, bagaimana penerapan jual beli sapi di pasar Pegirian Surabaya dan bagaimana tinjauan akad khiyar terhadap jual beli sapi di pasar Pegirian Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif induktif. Maksudnya pembahasan dimulai dengan mengumpulkan data yang telah diperoleh dari lapangan tentang penerapan jual beli sapi, kemudian dianalisis dengan Hukum Islam yakni khiyar terhadap praktik jual beli sapi di pasar Pegirian Surabaya. Dari hasil penelitian, diperoleh informasi mengenai praktik jual beli sapi, yakni praktik jual beli sapi yang di dalamnya terdapat hak khiyar yang tertuang dalam akad yaitu apabila dalam objek akad terdapat cacat, tetapi dalam praktiknya terdapat dua cacat yaitu cacat dalam dan cacat luar dimana penjual tidak menerima komplain mengenai cacat dalam. Dengan adanya praktik tersebut penulis menyimpulkan bahwa jual beli sapi di pasar Pegirian Surabaya secara fikih yakni sah karena tidak menggugurkan keabsahan jual beli. Namun secara fikih moral jual beli tersebut menjadi tercela. Karena salah satu dari keduanya mengalami kerugian yang besar. Sedangkan Islam mengajarkan untuk berdagang dan berniaga dengan cara yang baik, supaya hasil yang diperoleh darinya tidak batil yakni dengan cara suka sama suka diantara individu yang bertransaksi. Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis menyarankan dalam hal akad seharunya penjual dan pembeli memperjelas mengenai peraturan-peraturan dalam jual beli tersebut, sehingga tidak menyebabkan kerugian terhadap salah satu pihak. Meskipun secara fikih formal jual beli tersebut sah, tetapi secara fikih moral jual beli tersebut tercela, maka sudah seharusnya bagi pembeli lebih memperhatikan etika jual beli dalam Islam dan lebih memperdalam hukum jual beli dalam Islam.

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Syafa'at, Abdul Choliq
Subjects: Hukum Islam
Jual Beli
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Yudha M. Ardyansyah Kharisma
Date Deposited: 29 Aug 2016 04:03
Last Modified: 13 Sep 2018 02:15
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/13380

Actions (login required)

View Item View Item