MENGURAI KETERGANTUNGAN PETANI SAYUR DARI BENIH PABRIK : PENDAMPINGAN PETANI SAYUR MENUJU KEMANDIRIAN BENIH SAYUR DI DUSUN LENGKI DESA SURUH KECAMATAN SUKODONO KABUPATEN SIDOARJO

Mardian, Mardian (2016) MENGURAI KETERGANTUNGAN PETANI SAYUR DARI BENIH PABRIK : PENDAMPINGAN PETANI SAYUR MENUJU KEMANDIRIAN BENIH SAYUR DI DUSUN LENGKI DESA SURUH KECAMATAN SUKODONO KABUPATEN SIDOARJO. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (440kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 6.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 7.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 8.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini membahas tentang upaya pendampingan petani untuk melepas ketergantungan mereka dari benih produksi pabrik. Selain itu dalam upaya
pendampingan ini juga berupaya untuk meningkatkan kemandirian petani melalu kreatifitas pengetahuan lokal yang dimiliki dengan melakukan pembenihan secara mandiri dan penaggulangan hama terpadu yang ramah lingkungan.Petani Lengki merupakan sebaian kecil dari petani di Indonesia yang mulai merasa candu dengan benih produksi pabrik. Sehingga mereka mengalami
ketergantungan kepada pihak luar dalam hal ketersedian benih. Dalam hal ini benih pabrik menjadi acuan dalam kegiatan pertaniannya.Dalam proses pendampingan ini, fasilitator bersama petani ahli pembenihan
yang tetap melestarikan pengetahuan lokal menjalin kerjasama untuk keluar dari masalah ketergantungan benih pabrik ini. akhirnya diperoleh kesepakatan untuk menciptakan kesadaran petani bahwa mereka mampu melakukan pembenihan sendiri dengan pengetahuan yang dimilki dan mebuat alternatif pencegahan hama melalui konsep PHT (pengendalian hama terpadu). Karena dari kegiatan pembenihan mendiri ini nantinya sedikit demi sedikit akan mengurangi ketergantungan benih terhadap
benih pabrik.Riset pendampingan ini dilakukan dengan mengacu pada pendekatan penelitian menggunakan metode metode PAR (Particpatory Action Research). PAR memiliki tiga kata yang saling berhubungan satu sama lain. Ketiga kata tersebut adalah partisipatif, riset, dan aksi. PAR dirancang memang untuk mengkonsep suatu perubahan dan melakukan perubahan terhadapnya. Upaya pembenihan benih sayur hanya bisa dilakukan pada beberapa jenis
tanaman saja diantaranya bayam, kenikir, kemangi dan kangkung. karena musim pancaroba yang tidak menentu ini mengkhawatirkan untuk budidaya pembenihan
tanaman sayur lainnya. Selama proses pendampingan ini juga hanya pada tahap pertumbuhan bakal benih. Dikarenakan proses pembenihan memerlukan waktu paling
sedikit umur 75 hari masa tanam sehingga waktu untuk perlakua n hingga menjadi wujud benih tidak terdokumentasi. Meskipun belum bisa dilakukan secara
menyeluruh pada semua petani, namun ada empat orang petani yang telah berhasil untuk melakukan pembenihan di lahannya sendiri. Selanjutnya mereka menerapkan konsep PHT (pengendalian hama terpadu) untuk menunjang pertanian sayur yang lebih ramah lingkungan dan efisien. Kegiatan penelitian dan pendampingan ini menjadi sebuah hal positif dari kelompok yang sudah mulai terbuka dan sadar akan pentingnya kemandirian.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Pengorganisasian; Riset Pendampingan; Kemandirian; Pembenihan
Subjects: Mandiri
Pertanian
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam
Depositing User: Mardian Mardian
Date Deposited: 29 Aug 2016 03:08
Last Modified: 29 Aug 2016 03:08
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/13062

Actions (login required)

View Item View Item