TINJAUAN HUKUM PIDANA ISLAM TERHADAP TURUT SERTA DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA DAN PENCURIAN DENGAN KEKERASAN : STUDI PUTUSAN NO. 213/PID.B/2013/PN.BKL

Sahputri, Lindawati Eka (2016) TINJAUAN HUKUM PIDANA ISLAM TERHADAP TURUT SERTA DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA DAN PENCURIAN DENGAN KEKERASAN : STUDI PUTUSAN NO. 213/PID.B/2013/PN.BKL. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (460kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (804kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (736kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (981kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (822kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (834kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (739kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (735kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini merupakan hasil penelitian kepustakaan yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan yaitu: Bagaimana pertimbangan hukum yang digunakan Majelis Hakim dalam putusan No. 213/Pid.B/2013/PN.Bkl tentang turut serta dalam tindak pidana pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan di Pengadilan Negeri Bangkalan, dan Bagaimana tinjauan hukum pidana Islam terhadap putusan No. 213/Pid.B/2013/PN.Bkl tentang turut serta dalam tindak pidana pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan di Pengadilan Negeri Bangkalan Data dihimpun melalui pembacaan dan kajian teks, yang selanjutnya diolah dengan beberapa tahap yaitu editing, yaitu pemeriksaan kembali terhadap semua data yang telah diperoleh. Organizing, yaitu menyusun dan mensistematiskan data yan telah diperoleh, dan analyzing, yaitu menganalisis dengan menggunakan Metode Deskriptif Analisis. Adapun pertimbangan hakim yang memberatkan terdakwa Imam Syafi’i bin Sabrani adalah barang bukti, keterangan saksi maupun saksi ahli, serta keikut sertaan yang dilakukan dalam keadaan sadar untuk membantu menghilangkan nyawa korban Suci Nurul Hidayati (almh). Menurut pertimbangan hakim terdakwa Imam Syafi’i bin Sabrani terbukti telah melanggar ketentuan yang diatur dalam pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke (1) dan Pasal 365 ayat 2 jo Pasal 55 ayat ke 1 ke (1) KUHP. Berdasarkan unsur-unsur yang ada dalam pasal-pasal tersebut, baik unsur-unsur yang bersifat subjektif maupun yang bersifat objektif telah terpenuhi semuanya serta dinyatakan sah dan meyakinkan secara hukum. Oleh karena itu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bangkalan menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa dengan hukuman pidana penjara selama 12 tahun dan dikurangi masa tahanan. Dalam pandangan hukum pidana Islam, kasus turut serta dalam tindak pidana pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan diatas mendapat hukuman ta’zir. Hal tersebut didasarkan pada perbuatan secara tidak langsung (ghairu mubasyir) masuk kedalam jarimah yang ditentukan oleh syara’. Perbuatan tidak langsung (ghairu mubasyir) merupakan illat dan menunjukkan kesyubhatan dalam perbuatannya, karena menurut kaidah syubhat h}udud (jarimah h}udud dan qisas/diyat) harus dihindari. Oleh karena itu sanksi bagi pelaku jarimah turut serta secara tidak langsung adalah hukuman ta’zir, bukan h}udud atau qisas. Sesuai dengan kesimpulan di atas, maka disarankan bagi para penegak hukum di negara kita harus memiliki jiwa keadilan dan kecermatan dalam menjatuhkan hukuman pada setiap perkara yang dihadapi. Hukuman yang dijatuhkan harus mempunyai efek jera bagi pelaku kejahatan agar tidak terulang lagi kejahatan tersebut atau malah bertambah maraknya kejahatan yang dapat merugikan orang lain serta masyarakat.

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Pembunuhan berencana; pencurian; kekerasan
Subjects: Hukum Islam
Hukum Islam > Pembunuhan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Sahputri Lindawati Eka
Date Deposited: 25 Aug 2016 04:29
Last Modified: 25 Aug 2016 04:29
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/12967

Actions (login required)

View Item View Item