STUDI KOMPARATIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM ADAT TERHADAP SISTEM BUWUHAN PADA PERNIKAHAN DI DESA GESIKAN KECAMATAN GRABAGAN KABUPATEN TUBAN

Rodhiyah, Ayu Muftiatin (2016) STUDI KOMPARATIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM ADAT TERHADAP SISTEM BUWUHAN PADA PERNIKAHAN DI DESA GESIKAN KECAMATAN GRABAGAN KABUPATEN TUBAN. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (676kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (200kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (209kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (522kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (424kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (393kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (328kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (270kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (130kB) | Preview

Abstract

hasil penelitian lapangan (field research) untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana praktik sistem buwuhan pada pernikahan di Desa Gesikan Kecamatan Grabagan, dan bagaimana analisis hukum Islam dan hukum adat tentang sistem buwuhan di Desa Gesikan Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban. Data yang diperlukan dalam penelitian dikumpulkan dengan teknik wawancara (interview) dan observasi. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis kualitatif komparatif. Maksudnya pembahasan dimulai dengan mengumpulkan data yang telah diperoleh dari lapangan tentang praktik sistem buwuhan, kemudian dianalisis dengan cara membandingkan dua pendapat antara hukum Islam dan hukum adat terhadap sistem buwuhan pada pernikahan di Desa Gesikan Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban. Dari hasil penelitian, peneliti memperoleh beberapa sistem praktik buwuhan pada pernikahan yang ada di Desa Gesikan. Dimana sistem buwuhan pada pernikahan di desa ini adanya keharusan atau kewajiban untuk mengembalikan suatau sumbangan tersebut. Dengan adanya sistem tersebut penulis menyimpulkan bahwa sitem buwuhan pada pernikahan di Desa Gesikan Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban ditinjau dari hukum Islam sama halnya dengan Al-wad<iah (barang titipan) yang sunatkan secara tolong menolong antara sesama manusia tanpa adanya pamrih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : adanya kewajiban untuk mengembalikan buwuhan dan buwuhan tersebut sama dengan wadiah atau barang titipan dan tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan syariah yaitu Al-quran dan hadis dengan alasan akad buwuhan tersebut telah berubah dari akad tolong menolong menjadi utang-piutang. Dan perubahan tersebut dikehendaki dan dipahami oleh masyarakat Desa Gesikan secara umum, serta praktek buwuhan tersebut telah menjadi kontrak sosial dalam masyarakat sebagai utang piutang.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: faishal haq
Uncontrolled Keywords: Hukum adat; pernikahan
Subjects: Hukum Islam
Hukum Islam > Perkawinan
Adat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Rodhiyah Ayu Muftiatin
Date Deposited: 25 Aug 2016 02:58
Last Modified: 25 Aug 2016 02:58
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/12691

Actions (login required)

View Item View Item