Tradisi Napak Tilas Gugurnya Kh. Nawawi di Dusun Sumantoro desa Plumbungan kecamatan Sukodono kabupaten Sidoarjo

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Damayanti, Islakhul Muhar (2016) Tradisi Napak Tilas Gugurnya Kh. Nawawi di Dusun Sumantoro desa Plumbungan kecamatan Sukodono kabupaten Sidoarjo. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (343kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (491kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (518kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (419kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (297kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian lapangan yang berjudul “Tradisi Napak Tilas gugurnya KH. Nawawi di Dusun Sumantoro Desa Plumbungan kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo”. Adapun permasalahan yang dibahas yaitu: 1) Biografi KH. Nawawi, 2) bagaimana asal-usul Napak Tilas KH. Nawawi di Dusun Sumantoro. 3) bagaimana prosesi tradisi napak tilas KH. Nawawi, 4) bagaimana respon masyarakat dusun Sumantoro terhadap Tradisi napak tilas KH. Nawawi. Data penelitian menggunakan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya data tersebut dikritik agar bisa dibandingkan sehingga dapat diketahui kesesuaian dengan masalah yang diteliti.Skripsi ini ditulis dengan pola penelitian kualitatif yang memberikan klarifikasi secara mendetail serta lengkap tentang tradisi Napak tilas KH. Nawawi dengan menggunakan pendekatan antropologi budaya, dengan menerapkan teori challenge and respon, Maksudnya kebudayaan terjadi dan bisa muncul karena tantangan dan respon antara manusia dan alam sekitarnya. Pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan digerakkan oleh sebagian kecil pemilik kebudayaan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, 1) KH. Nawawi lahir pada tahun 1889. Pendiri cabang NU di Mojokerto, beliau wafat pada tahun 1946 saat perang Belanda. 2) tradisi ini diselenggarakan oleh keluarga KH. Nawawi dan yang bekerja sama dengan pengurun Dusun Sumantoro. 3) Tradisi ini dilakukan setiap tahun, dimulai dari tempat gugurnya KH. Nawawi di dusun Sumantoro dan sampai finisnya di Ponpes An-Nawawi Kota Mojokerto. Prosesinya dimulai dengan aksi teatrikal yang mengisahkan KH. Nawawi saat melawan Belanda, saat Napak Tilas para Pramuka menggarak keranda yang ada fotonya KH. Nawawi. 4) para peserta sangat antusias dan setiap tahunnya bertambah.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Damayanti, Islakhul Muharislakuldamayanti@gmail.comA82212135
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN/NIP
Thesis advisorghazali, imamUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Tradisi Islam
Uncontrolled Keywords: Nawawi
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Damayanti Islakhul Muhar
Date Deposited: 24 Aug 2016 06:55
Last Modified: 11 Nov 2019 02:43
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/12465

Actions (login required)

View Item View Item