KONSEP KEWARISAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF MASDAR FARID MAS’UDI

Afkhom, M. Habibil (2014) KONSEP KEWARISAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF MASDAR FARID MAS’UDI. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (21kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (31kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (153kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (354kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (283kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (283kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (31kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (84kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian tentang “Konsep Kewarisan Islam dalam Perspektif Masdar Farid Mas’udi”. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab rumusan masalah sebagai berikut, a. Bagaimana konsep kewarisan Islam menurut Masdar F. Mas’udi?. b. Bagaimana relevansi konsep kewarisan Islam dalam pandangan Masdar F. Mas’udi?.
Data penelitian diperoleh melalui hasil penelusuran dan penelaahan literatur dan bahan pustaka yang berkaitan dengan masalah yang diteliti meliputi karya-karya tulisan Masdar yang berkaitan dengan konsep kewarisan Islam, dalam penulisan skripsi ini mengunakan metode deskriptif analisis yang dilaksanakan dengan cara pengumpulan data kemudian data tersebut disusun, dijelaskan dan dianalisis secara cermat.
Hasil peneletian ini menyimpulkan kewarisan Islam menurut Masdar berpijak pada tiga acuan dasar: a. Maslahat yang dijadikan sebagai prinsip fundamental dalam setiap penetapan hukum. Dalam hal ini, penetapan maslahat hanya terdapat pada penetapan amaliyah sosial, bukan pada dataran amaliah personal. b. Metode pemahaman berstruktur yang berangkat dari pengkajian ulang terhadap konsep qat’i-zanni atau muhkam mutasayabih itu sendiri, dua pilar ini menjadi kunci pemikirannya dalam memahami hukum kewarisan Islam. Menurutnya, yang qat’i atau yang muhkam adalah keadilan, kemaslahatan, kesetaraan prinsip umum lainya yang bersifat fundamental. Sedangkan yang zanni atau mutasayabih adalah aturan teknis dalam syariat yang dapat di modifikasi. c. Metode kontekstualisasi yaitu yang sesuai dengan kemaslahatan manusia, dengan melihat kondisi sosio-historisnya, karena syariat hanya sebuah cara, maka jika kondisi sosio-historisnya berubah maka tidak menutup kemungkinan hukum yang digunakan juga berbeda.
Adapun relevansinya terhadap hukum kewarisan Islam adalah hendaknya dijadikan pedoman bagi para hakim di dalam memutuskan persoalan kewarisan, dengan mempertimbangkan kondisi riil ahli waris, bukan hanya terikat pada ketentuan yang sudah ada, yang bisa jadi dalam kasus tertentu tidak mengandung asas keadilan.

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Muwahid
Uncontrolled Keywords: Kewarisan; Waris; Masdar Farid Mas'udi
Subjects: Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Editor : Arifah Wikansari------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 26 Feb 2015 02:42
Last Modified: 26 Feb 2015 02:42
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/1158

Actions (login required)

View Item View Item