TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM JUAL BELI BULU ITIK YANG MASIH HIDUP DI DESA MODOPURO KEC. MOJOSARI KAB. MOJOKERTO

Wati, Indah Sulistiyo (2013) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM JUAL BELI BULU ITIK YANG MASIH HIDUP DI DESA MODOPURO KEC. MOJOSARI KAB. MOJOKERTO. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (110kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (54kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (64kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (112kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (188kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (135kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (75kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (14kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (38kB) | Preview

Abstract

Skripsi yang berjudul TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM JUAL BELI BULU ITIK YANG MASIH HIDUP DI DESA MODOPURO KEC. MOJOSARI KAB. MOJOKERTO ini adalah hasil penelitian lapangan untuk menjawab pertanyaan: Bagaimana Sistem Jual Beli bulu Itik yang masih hidup di Desa Modopuro Kec. Mojosari Kab. Mojekerto? Bagaimana Tinjauan Hukum Islam terhadap Sistem Jual Beli Itik di Desa Modopuro Kec. Mojosari Kab. Mojekerto?
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field Reseacrh), data yang di himpun dari penjual dan pembeli bulu Itik. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan studi pustaka. Kemudian data yang berhasil dikumpulkan selanjutnya dianalisis menggunakan metode diskriptif-analitis dengan pola pikir deduktif yaitu memaparkan dalil-dalil mengenai jual beli secara umum untuk meninjau tentang sistem jual beli bulu Itik yang masih hidup di Desa Mojopuro Kec. Mojosari Kab. Mojekerto.
Dalam prakteknya sistem jual beli bulu Itik di Desa Modopuro Kec. Mojosari Kab. Mojokerto dengan cara tebasan perkandang yang mana pembeli langsung datang ke lokasi tepatnya peternak Itik untuk mengecek bulu-bulu Itik yang siap untuk dibeli. Penjual dan pembeli akan melakukan jual beli denagan system tebasan perkandang, yang mana kesepakatan harga yang ditetapkan sebelum bulu-bulu Itik dicabut sehingga sering terjadi perdebatan antara kedua belah pihak setelah mengetahui bahwa bulu-bulu Itik tidak sesuai dengan taksiran antara penjual dan pembeli. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa jual beli bulu Itik dengan sistem tebasan ini menurut islam jual belinya tetap sah dikarenakan jual beli ini sesuai dengan rukun dan syarat tetapi bulunya garar karena disaat dilakukan kesepakatan antara kedua belah pihak bulu-bulu Itik masih menempel, ditakutkan salah satu pihak merasa dirugikan.
Menurut ulama Ibnu Rusyd dalam Bidayatul Mujtahid, Imam Nawawi dan Ibnu Qayyim menyatakan, Tidak semua garar menjadi sebab pengharaman. Apabila sepele (sedikit) atau tidak mungkin dipisah darinya, maka keberadaan gharar tidak menjadi penghalang keabsahan akad jual-beli. Dan Imam Malik memperbolehkan melakukan jual-beli perihal ini dan semua yang dibutuhkan, atau sedikit ghararnya.Dalam praktek Jual beli bulu Itik di Desa Modopuro Kec. Mojosari Kab. Mojokerto, tetap sah karena penjelasan dari ulama di atas memberikan keterangan garar tidak membatalkan sahnya jual beli.
Sejalan dengan kesimpulan diatas maka disarankan pertama: Bagi penjual seharusnya menjual bulu-bulu Itik itu setelah bulu tersebut dicabut ketika Itik sudah dipotong sesuai syariat Islam Kedua: Bagi pembeli seharusnya menetapkan harga yang sesuai agar tidak terjadi kerugian-kerugian dalam jual beli tersebut dari salah satu pihak antara penjual dan pembeli.

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Moh. Solihuddin
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam; Sistem Jual Beli; Bulu Itik; Itik Hidup
Subjects: Jual Beli
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 13 Feb 2014
Last Modified: 08 Apr 2015 02:10
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/11234

Actions (login required)

View Item View Item