POLA KOMUNIKASI KELUARGA POLIGAMI. STUDI KASUS POLIGAMI DI JALAN WAYO DESA KEDUNG BANTENG KECAMATAN TANGGULANGIN KABUPATEN SIDOARJO

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Amalia, Nurul Hevy (2013) POLA KOMUNIKASI KELUARGA POLIGAMI. STUDI KASUS POLIGAMI DI JALAN WAYO DESA KEDUNG BANTENG KECAMATAN TANGGULANGIN KABUPATEN SIDOARJO. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
cover.pdf

Download (481kB) | Preview
[img]
Preview
Text
abstrak.pdf

Download (316kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daf.isi.pdf

Download (360kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab1.pdf

Download (493kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab2.pdf

Download (353kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab3.pdf

Download (266kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab4.pdf

Download (87kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab5.pdf

Download (88kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daf.pustaka.pdf

Download (275kB) | Preview

Abstract

Ada satu perumusan masalah dalam penelitian ini yang hendak diuji dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana pola komunikasi keluarga poligami di jalan Wayo Desa Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo?
Untuk mengungkap persoalan tersebutsecara menyeluruh dan mendalam dalam penelitian digunakanlah metode kulaitatif yang berguna untuk memberikan fakta dan data mengenai keluarga poligami studi kasus di jalan Wayo Desa Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo.
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa (1) Bagaimana pola komunikasi keluarga poligami di jalan Wayo Desa Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. Pola komunikasi yang di lakukan secara tatap muka langsung antara anggota keluarga satu kepada yang lainnya. Dimana komunikasi berjalan melalui kepala keluarga ke anggota keluarga poligami lainnya sehingga dapat terbangunnya keharmonisan atau kerukunan. Teori self disclosure yakni kepala keluarga atau anggota keluarga diharuskan melakukan pembukaan diri karena dengan pembukaan diri dapat memberikan dampak yang positif bagi induvidu atau pun lawan komunikannya.
Dengan seringnya dilakukan komunikasi antarpribadi seperti saat berkumpul atau saat bertemu istri-istri, dan putra-putranya dari situlah muncul rasa saling terbuka antar anggota keluarga. Kedua istri dan putra-putranya merasa nyaman, tenang tidak ada hal yang harus ditutupi sehingga komunikasi yang dilakukan menjadi terbuka, jujur, tidak ada yang merasa dicurigai dan dirugikan, cinta dan kasih sayang semakin terbangun dalam keluarga poligami.
Bertitik tolak dari penelitian ini, beberapa saran yang diperkirakan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi keluarga Bapak Sudaryanto dan masyarakat luas untuk terus membuktikan kepada masyarakat bahwasannya poligami tidak semua berakhir dengan pertengkaran, percekcokan dan perceraian, lewat komunikasi semua permasalahan bisa diselesaikan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Advan Navis Zubaidi
Creators:
CreatorsEmailNIM
Amalia, Nurul HevyUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Komunikasi Islam
Komunikasi Islam > Komunikasi
Keywords: Pola Komunikasi; Keluarga; Poligami
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 06 Feb 2014
Last Modified: 07 Apr 2015 03:32
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/11126

Actions (login required)

View Item View Item