EKSISTENSI UNTUK PEREMPUAN : STUDI KOMPARASI SIMON DE BEAUVOIR DAN NAWAL EL SAADAWI

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Hidayah, Anita Nurul (2012) EKSISTENSI UNTUK PEREMPUAN : STUDI KOMPARASI SIMON DE BEAUVOIR DAN NAWAL EL SAADAWI. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

Full text not available from this repository.

Abstract

Penelitian ini bersifat kualitatif, adalah murni penelitian kepustakaan (Library Research). Masalah pokok yang ingin diketahui dalam penelitian ini adalah : Pertama, Bagaimana upaya-upaya perempuan untuk memperoleh eksistensinya menurut Simon de Beauvoir dan menurut Nawal el Saadawi ?. Kedua, Bagaimanakah letak persamaan dan perbedaan upaya-upaya perempuan untuk memperoleh eksistensinya menurut Simon de Beauvoir dan Nawal el Saadawi?. Dalam menjawab permasalahan di atas, penelitian ini menggunakan metode analisis deksriptif Comparatif. Metode deskriptif yakni pola yang berusaha menggambarkan suatu obyek secara apa adanya. Penggunaan metode ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran secara lengkap tentang konsep eksistensi perempuan beserta upaya-upayanya untuk memperoleh kemerdakaan dalam perspektif kedua tokoh tersebut. Metode komparatif adalah metode yang beusaha membandingkan antara dua atau lebih objek kajian. Metode ini mengharuskan peneliti untuk terlebih dahulu membebasklan pikirannya dari segala teori, dogma dan citra teologis yang telah ada. Lebih jauh, penggunaan metode ini mengharuskan peneliti untuk bersikap netral, bebas dari segala prasangka ideologis. Dari penelitian ini dihasilkan rumusan sebagai berikut : Perempuan dalam pandangan Beauvoir, haruslah diberikan kebebasan yang sama seperti laki-laki untuk menentukan arah kehidupannya. Perempuan bisa menjadi subjek, dan dapat mendefinisikan ulang dirinya dan menghapuskan perannya sebagai istri, ibu, perempuan pekerja, pelacur, narsis dan perempuan mistis. Jika perempuan ingin menghentikan kondisinya sebagai jenis kelamin kedua atau memperoleh eksistensinya, perempuan harus bisa mengatasi kekuatan-kekuatan dari lingkungan dan perempuan harus sadar akan kebebasannya. Untuk mengusahakan kebebasan perempuan Beauvoir memberikan solusi, pertama, harus bekerja, karena kunci pembebasan perempuan adalah kekuatan ekonomi. Kedua, perempuan harus menjadi seorang intelektual, dan ketiga, perempuan dapat bekerja untuk mencapai transformasi sosial. Berbeda dengan pendapat Beauvoir, Nawal el Saadawi menganggap Otoritas Agama dan politik saling bahu membahu untuk menegaskan kekuasaan laki-laki atas perempuan, lewat jalan undang-undang. Untuk memperoleh kemerdekaannya, perempuan dalam pandangan Nawal el Saadawi dapat melakukan beberapa cara, Pertama, perempuan haruslah bekerja untuk mencapai kemandirian secara ekonomi dan sosial. Kedua, lembaga perkawinan tidak menghalangi perempuan untuk mendapatkan eksistensinya, dengan catatan perkawinan yang dilandasi atas dasar cinta, kebebasan dan keadilan. Ketiga, perempuan mengambil peran dalam bidang sosial, ekonomi dan budaya. Keempat, memisahkan agama dan hukum negara dalam kehidupan perempuan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Suhermanto Dja'far
Creators:
CreatorsEmailNIM
Hidayah, Anita NurulUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Filsafat
Uncontrolled Keywords: Eksistensi Perempuan
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 04 Feb 2014
Last Modified: 05 Feb 2015 04:45
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/11086

Actions (login required)

View Item View Item