PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA TENTANG PENDIDIKAN KELUARGA PERSPEKTIF HADITS NABI SAW

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Rozak, M. Bahrur (2016) PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA TENTANG PENDIDIKAN KELUARGA PERSPEKTIF HADITS NABI SAW. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (860kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (177kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar isi.pdf

Download (188kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (313kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (328kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (273kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (264kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (194kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar pustaka.pdf

Download (198kB) | Preview

Abstract

Skripsi yang berjudul Pemikiran Ki Hajar Dewantara Tentang Pendidikan Keluarga Perspektif Hadits-Hadits Nabi SAW ini merupakan hasil penelitian kepustakaan yang bertujuan untuk mengetahui dan menjawab pertanyaan tentang bagaimana pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan dalam keluarga apabila ditinjau dari hadits-hadits Nabi SAW tentang pendidikan dan untuk mengetahui sumbangan pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang cara mendidik anak dalam lingkungan keluarga serta dalam pendidikan Islam jika dikaitkan pada masa sekarang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis yakni menguraikan data-data dari hasil penelusuran kepustakaan selanjutnya melalui proses pemaparan data, penyajian data, pengolahan data dan penarikan kesimpulan secara umum mengenai pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan di lingkungan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pusat pendidikan yang utama terdapat di lingkungan keluarga, oleh sebab itu alam keluarga menuntut terjadinya pendidikan bagi anak baik pendidikan individual maupun sosial. Karena lingkungan keluarga merupakan tempat pertama dan sebagai permulaan bagi setiap individu untuk mengembangkan potensinya, disitulah pertama kalinya pendidikan yang diberikan oleh orangtua yang berkedudukan sebagai guru (penuntut), pengajar dan sebagai pemimpin pekerjaan (pemberi contoh). Oleh sebab itu peran orang tua sangat penting dalam memberikan pendidikan budi pekerti sejak dini. Hal ini sejalan dengan hadits Nabi bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah atau suci, secara pengetahuan belum tahu apa-apa dan belum mendapatkan bimbingan pendidikan dari segi manapun, disinilah tugas orang tua dalam lingkup keluarga untuk mengasah pola pikir anak untuk mengembangkan potensi anak. Sumbangan pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam pendidikan adalah adanya kebebasan dan spontanitas untuk mendapatkan kemerdekaan hidup seluas-luasnya melalui bidang pendidikan. Berdasarkan pemaparan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa jika dikaitkan dengan hadits-hadits Nabi SAW, seorang anak dilahirkan dalam keadaan yang bersih. Dari keluarga, anak tersebut mendapatkan pendidikan pertama yang berpengaruh terhadap perilaku anak positif maupun negatif. Adapun masukan serta solusi yang solutif bagi setiap keluarga yang hidup di lingkungan masyarakat, terutama orang tua dan para pendidik. Diharapkan para orang tua yang memiliki peran yang aktif dalam pengembangan potensi anak melalui pendidikan budi pekerti, dan memberikan pengaruh positif pada setiap pengajaran di dalam keluarga.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Rozak, M. Bahrurbahrurrozaq0@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Keluarga
Pendidikan Islam
Keywords: Pemikiran; Ki Hajar Dewantara; keluarga
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: ROZAK Mochammad Bahrur
Date Deposited: 23 Aug 2016 03:01
Last Modified: 23 Aug 2016 03:01
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/10578

Actions (login required)

View Item View Item