MURTAD SEBAGAI SEBAB PUTUSNYA PERKAWINAN PADA KOMPILASI HUKUM ISLAM DALAM PERSPEKTIF KITAB KLASIK DAN MODERN

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Afianto, Ahda Bina (2013) MURTAD SEBAGAI SEBAB PUTUSNYA PERKAWINAN PADA KOMPILASI HUKUM ISLAM DALAM PERSPEKTIF KITAB KLASIK DAN MODERN. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
cover.pdf

Download (186kB) | Preview
[img]
Preview
Text
abstrak.pdf

Download (62kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daftar isi.pdf

Download (70kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 1.pdf

Download (117kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 2.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 3.pdf

Download (162kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 4.pdf

Download (216kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 5.pdf

Download (79kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daftar pustaka.pdf

Download (92kB) | Preview

Abstract

Dalam literatur kitab-kitab klasik, apabila salah seorang suami atau isteri murtad, terdapat dua macam putusan. Putusan pertama, perkawinan mereka seketika batal. Secara umum, putusan ini terdapat dalam kitab-kitab Mazhab Hanafi dan Maliki. Putusan kedua, suami-isteri itu harus diceraikan. Secara umum, putusan ini dimuat dalam kitab-kitab Mazhab Shafii dan Hambali. Meskipun kelihatan berbeda, semua kitab sepakat perkawinan itu telah putus (furqah). Adapaun kitab-kitab modern hanya mengamini isi dari kitab-kitab klasik.
Dalam Kompilasi Hukum Islam ada dua pasal yang mengatur masalah murtad dalam perkawinan, yaitu Pasal 75 dan Pasal 116. Secara implisit Pasal 75 menyebutkan bahwa perbuatan murtad membatalkan perkawinan, tapi Pasal 70 tidak menyebutkan perbuatan murtad sebagai sebab batalnya perkawinan. Sedangkan Pasal 116 tidak menyebutkan murtad sebagai salah satu alasan perceraian, kecuali terjadi ketidakrukunan dalam rumah tangga.
Keadaan ini amat janggal, mengingat Penjelasan atas Kompilasi Hukum Islam menyebutkan, bahwa salah satu materiil yang dijadikan pedoman dalam bidang-bidang hukum perkawinan ini bersumber pada 38 buah kitab fiqih, yang di antaranya adalah 13 buah kitab mazhab al-Safii.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, dan kajian pustaka (library research) dengan menggunakan pendekatan konseptual (conceptual approach).
Setelah melakukan penelitian, penulis mendapat kesimpulan bahwa Pasal 75 yang secara implisit menyebutkan bahwa perbuatan murtad menyebabkan batalnya perkawinan bersesuaian dengan sebagian kitab fikih klasik maupun modern.
Adapun Pasal 116 yang mengatur alasan-alasan perceraian itu tidak bersesuaian dengan kitab fikih klasik maupun modern. Kitab fikih klasik maupun modern yang menyebutkan murtad sebagai sebab perceraian tidak mensyaratkan adanya ketidakrukunan dalam rumah tangga.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Afianto, Ahda BinaUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Hukum Islam > Perkawinan
?? Khi ??
Islam > Murtad
Keywords: Perkawinan; Murtad; Kompilasi Hukum Islam
Divisions: ?? mag_s ??
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 09 Dec 2013
Last Modified: 02 Apr 2015 03:02
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/10494

Actions (login required)

View Item View Item