BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DENGAN TERAPI SILATURAHMI PADA SEORANG REMAJA YANG MENGALAMI DEPRESI DI DESA SEMBAYAT KABUPATEN GRESIK

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Novia, Iva (2013) BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DENGAN TERAPI SILATURAHMI PADA SEORANG REMAJA YANG MENGALAMI DEPRESI DI DESA SEMBAYAT KABUPATEN GRESIK. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (60kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (54kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daf.Isi.pdf

Download (71kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab.I.pdf

Download (162kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab.II.pdf

Download (230kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab.III.pdf

Download (149kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab.IV.pdf

Download (107kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab.V.pdf

Download (60kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daf.Pustaka.pdf

Download (83kB) | Preview

Abstract

Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana proses pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Islam dengan terapi silaturahmi pada seorang remaja yang mengalami depresi di Desa Sembayat Kabupaten Gresik. (2) Bagaimana hasil akhir pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Islam dengan terapi silaturahmi pada seorang remaja yang mengalami depresi di Desa Sembayat Kabupaten Gresik.
Dalam menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisa deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil observasi dan wawancara maka ditemukan fakta dari kondisi seorang remaja yang mengalami depresi tersebut yakni, pemurung, memandang diri rendah, pesimis, mudah terasa haru, sedih, enggan berbicara, cemas, takut, suka menarik diri, tidak suka bergaul dan lebih suka menghindari keterlibatan dengan orang lain.
Proses kegiatan Bimbingan dan Konseling Islam dengan terapi silaturahmi, diantaranya: (1) Konselor melakukan pendekatan dengan keluarga konseli dan teman dekat konseli untuk mengetahui perihal masalah dan kondisi konseli. (2) Konselor melakukan pendekatan awal dengan konseli, dengan cara bersilaturahmi dalam bentuk bertamu dan berbuat baik. (3) Konselor meminta bantuan teman dekat konseli untuk turut serta dalam memberikan bantuan kepada konseli agar bisa keluar dari permasalahan yang dihadapi. Teman dekat konseli bersilaturahmi ke rumah konseli, dengan tujuan bahwa biasanya remaja memiliki kecenderungan untuk berbagi rasa dengan teman sebaya.
Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa proses Bimbingan dan Konseling Islam yang terjadi menggunakan terapi silaturahmi, dengan pendekatan ini konseli diharapkan dapat menghadapi kenyataan yang terjadi pada saat ini, hasil akhir dari proses Bimbingan dan Konseling Islam dalam penelitian ini cukup berhasil dengan prosentase 60 %, yang mana hasil tersebut dapt di lihat dari adanya perubahan pada sikap atau perilaku konseli.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Pembimbing: Mohamad Thohir, M.Pd.I
Creators:
CreatorsEmailNIM
Novia, IvaUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Bimbingan Penyuluhan
Keywords: Bimbingan dan Konseling Islam, silaturahmi, depresi
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan dan Konseling Islam
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 02 Dec 2013
Last Modified: 01 Apr 2015 01:13
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/10463

Actions (login required)

View Item View Item