ANGKATAN OEMAT ISLAM (AOI): STUDI HISTORIS GERAKAN RADIKAL DI KEBUMEN 1945-1950

Zuhriyah, Aminatuz (2013) ANGKATAN OEMAT ISLAM (AOI): STUDI HISTORIS GERAKAN RADIKAL DI KEBUMEN 1945-1950. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
cover.pdf

Download (187kB) | Preview
[img]
Preview
Text
abstrak.pdf

Download (64kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daf.isi.pdf

Download (86kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab1.pdf

Download (165kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab2.pdf

Download (235kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab3.pdf

Download (182kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab4.pdf

Download (215kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab5.pdf

Download (98kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daf.pustaka.pdf

Download (91kB) | Preview

Abstract

Angkatan Oemat Islam (AOI) di Kebumen merupakan kekuatan yang dominan di kebumen pada masa Revolusi. Angkatan Oemat Islam adalah sebuah badan kelaskaran yang berdasar pada agama Islam. Anggotanya sebagian besar adalah para santri dengan pekerjaan utamanya petani. Mereka memiliki tingkat pendidikan yang rendah namun memiliki loyalitas yang tinggi terhadap pemimpinannya. Kepemimpinan Angkatan Oemat Islam (AOI) bertumpu pada wibawa pribadi Kiai Haji Mahfudz Abdurrahman. Kharisma Kiai Haji Mahfudz Abdurrahman muncul antara lain karena sifat-sifat keunggulan dalam pengetahuan, ketrampilan, kreatifitas, inisiatif, dan keberaniannya.
Secara ideologis, Angkatan Oemat Islam sebagai badan perjuangan agama Islam. Angkatan Oemat Islam mampu memobilisasi potensi rakyat dengan menggunakan Islam sebagai pemersatu. Unsur nasionalisme dan anti-kolonialisme juga mewarnai organisasi Angkatan Oemat Islam sebagaimana tercantum dalam azas, tujuan, serta anggaran dasarnya. Simbol-simbol begitu melekat dalam pasukan Angkatan Oemat Islam, seperti melawan pasukan kafir, perang jihad, dan perang suci. Ciri lainnya yang terdapat dalam organisasi Angkatan Oemat Islam adalah kepercayaannya akan kekebalan yang berfungsi suatu alat untuk membangkitkan semangat yang agresif.
Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB), mulai muncul ketegangan-ketegangan antara Angkatan Oemat Islam dengan pemerintah, yang pada hakikatnya ketegangan tersebut sudah muncul sejak lama dengan adanya berbagai perundingan antara pemerintah Republik Indonesia dengan pihak Belanda yang tidak dapat diterima oleh Angkatan Oemat Islam. Adanya rasionalisasi dalam tubuh militer juga menyebabkan konflik. AOI diminta untuk bergabung dengan APRIS, namun sebagian besar anggota menolaknya termasuk Kiai Mahfudz, akhirnya terjadilah perpecahan. Angkatan Oemat Islam menilai di dalam APRIS terdapat pasukan-pasukan kafir dan komunis, dan APRIS juga beranggapan bahwa telah terjadi infiltrasi DI/TII dalam Angkatan Oemat Islam. Usaha diplomasi gagal menyelesaikan pendapat antara Angkatan Oemat Islam dan pemerintah sehingga pertumpahan darah tidak bisa dihindarkan, beribu-ribu nyawa menjadi korban dalam peristiwa ini. Meninggalnya Kyai Mahfudz menyurutkan semangat dari para anggotanya. Anggota yang masih tersisa mencari perlindungan dengan memilih bergabung dengan DI/TII Jawa tengah pimpinan Amir Fatah.

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Nur Rokhim
Uncontrolled Keywords: Angkatan Oemat Islam; Gerakan Radikal di kebumen;
Subjects: UIN Sunan Ampel Surabaya > Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Peradaban Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Peradaban Islam
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 14 Nov 2013
Last Modified: 08 Apr 2015 02:42
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/10372

Actions (login required)

View Item View Item