STUDI ANOMALI PENDIDIKAN AKHLAK SISWA MADRASAH ALIYAH DENGAN BUDAYA MASYARAKAT DESA KETAPANG LAOK KECAMATAN KETAPANG KABUPATEN SAMPANG

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Qurthubi, Qurthubi (2013) STUDI ANOMALI PENDIDIKAN AKHLAK SISWA MADRASAH ALIYAH DENGAN BUDAYA MASYARAKAT DESA KETAPANG LAOK KECAMATAN KETAPANG KABUPATEN SAMPANG. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
cover.pdf

Download (122kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (100kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (200kB) | Preview
[img] Text
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (541kB)
[img] Text
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (196kB)
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (118kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (160kB) | Preview

Abstract

Pendidikan dan kebudayaan adalah dua entitas yang tidak terpisahkan. Keduanya memiliki peranan sama dalam upaya merekonstruksi dan mentrasnformasi kehidupan seseorang untuk menjadi labih baik. Adanya kebudayaan tidak bisa lepas dari proses pendidikan. Demikian pula sebaliknya. Dengan asumsi demikian maka urgensitas kebudayaan dalam pendidikan tidak akan terbantahkan.
Ide besar dalam penulisan tesis ini adalah berawal dari problemeatika moral akhlak yang banyak melanda kehidupan anak didik ditengah-tengah berkembangnnya institusi-institusi pendidikan formal. Banyak lembaga pendidikan didirikan, namun problematika akhlak bukan hanya melanda kehidupan pribadi seseorang, tetapi secara kolektif berujung pada lemahnya tatanan nilai dan kebudayaan.
Karena itu beberapa pertanyaan besar yang akan di cari jawabannya dalam penelitian kali ini. Yaitu; Petama, 1. Bagaimana fenomena pendidikan akhlak siswa Madrasah Aliyah (MA) Desa Ketapang Laok? Kedua, Bagaimana fenomena budaya masayarakat Desa Ketapang Laok? Dan Ketiga, Apa sebab-sebab terjadinya anomali antara Pendidikan Islam dengan budaya masayarakat?
Untuk lebih fokusnya pada penelitian serta rumusan masalah dan data-data yang dibutuhkan, maka jenis penelitian ini dikatagorikan sebagai penelitian kualitatif deskriftif fenominologis dengan pendekatan etnografis. Artinya data yang diperoleh nantinya akan disaring dan dipahami secara mendalam melalu pendekatan budaya. Penelitian ini pula hanya di fokuskan pada satu Intitusi Pendidikan Islam saja yaitu Madrasah Aliah (MA) Nazhatul Muta’allimin yang menjadi obyek penelitian pendidikan. Karena lembaga ini dinilai mampu mencukupi untuk mewakili intitusi-intitusi Pendidikan Islam lain di desa yang sama. Ini disebabkan jumlah siswa yang dimiliki sangat mendominasi dan sistem pengemabangan pendidikan Islam yang dijalankanpun tidak jauh beda dengan intitusi-intitusi Pendidikan Islam lain. Sehingga mudah untuk melakukan analisis komparasi. Disamping itu juga diperkuat melalui penemuan-penemuan yang diperoleh melalui data penelitian di masyarakat.
Dari hasil penelitian ini maka terdapat beberapa kesimpulan diantaranya adalah; Pertama, Gagalnya pendidikan Islam dalam mengembangkan pendidikan akhlak anak didik di disebabkan minimnya padagogisasi seorang pendidik lewat proses belajar mengjar kegamaan yang dijalankan yang mengakibatkan rendahnya penggunaan pendekatan dan metodologi yang relevan dalam mengembangkan pendidikan akhlak. Hal ini juga disebabkan lemahnya manajmen dan kurikulum yang baik disekolah yang kemudian pendidikan kegamaan terlihat sentralistik, tradsionalis dan hanya berpusat pada pengembangan intelektual. Kedua, perubahan pola pikir akibat perkembangan sejumlah sektor kehidupan mengakibatkan rendahnya kebutuhan akan nilai etika moral di masyarakat. sehingga mempengaruhi tatanan nilai tradisi lokal yang berujung pada lemhanya nilai-nilia akhlak pada kehidupan pelajar. Dan Ketiga, tidak seimbangnya perkembangan budaya masyarakat dengan perkembangan intitusi pendidikan Islam mengakibatkan menurunnya perilaku akhlak anak didik ditengah-tengah kehidupan masyarakat. salah satunya terlihat dari rendahnya ketaatan terhadap ajaran agama dan rendahnya nilai-nilai sopan santun pada kehidupan pelajar.
Karena itu melalui temuan yang diperoleh pada penelitian ini, sudah saatnya kedua elemen pendidikan yaitu Intitusi Pendidikan Islam dengan masyarakat di Desa Ketapang Laok sama-sama bersinergi untuk kemajuan pendidikan akhlak anak. Hal ini dapat dilakukan dengan malalui kemampuan mengalola manajeman sekolah yang baik, sehingga dapat tercipta suatu lingkungan pendidikan akhlak yang menunjang. Sebab pendidikan terasa pincang apabila keluaraga (orang tua) dan masyarakat tidak memiliki peran

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Amir Maliki Abitholhah
Creators:
CreatorsEmailNIM
Qurthubi, QurthubiUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Akhlak
Pendidikan
Peradilan Agama Islam
Keywords: Pendidikan Akhlak; Budaya Masyarakat
Divisions: Program Magister > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Editor : Ummir Rodliyah------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 22 Feb 2015 13:35
Last Modified: 22 Feb 2015 13:35
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/1036

Actions (login required)

View Item View Item