Kalam Insya Tholabi dalam Surat Al Muzzammil dan Al Muddassir

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Sa'diyah, Kholifatus (2012) Kalam Insya Tholabi dalam Surat Al Muzzammil dan Al Muddassir. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Kholifatus Sa'diyah_A01208031.pdf

Download (3MB)

Abstract

Sebagian ulama’ nahwu dan ahli balaghah membagi kalam insya’ pada dua bagian yaitu kalam Insya’ thalabi dan kalam insya’ ghairo tholabi. Pembahasan kalam insya’ ghairo tholabi sangatlah jarang, dikarenakan menurut mereka, kalam insya’ ghairo tholabi pada dasarnya adalah kalam khobar yang dinukilkan pada kalam insya’, sehingga pembahasan kalam insya’ at-thalabi lebih penting, khususnya dalam al-qur’an yang sebagian besar terdiri dari kalam insya’ at-thalabi. Pembahasan dalam skripsi ini yaitu membahas tentang kalam insya’i at-thalabi dalam surat Al-Muzzammil dan Al-Muddaśśir, yaitu surat yang diturunkan setelah surat Al-‘Alaq, surat yang pertama kali turun kepada nabi Muhammad saw sebelum hijrah. Kedua surat ini sama-sama terletak di juz 29 dan tersusun secara berurutan yaitu surat yang ke 73 dan 74. surat Al-Muzzammil terdiri dari 14 ayat, sedangkan Al- Muddaśśir terdiri dari 56 ayat. Surat Al-Muzzammil dan Al- Muddaśśir adalah dua surat diantara lima surat yang di awali dengan nida’ ar-rosul (huruf nida’ khusus nabi) yaitu يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ dan يَاأَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ berisi tentang perintah untuk melakukan sholat malam dan yang diturunkan sebagai isyarat persiapan bagi nabi untuk melakukan dakwah. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimanakah pengertian dari surat Al-Muzzammil dan Al-Mudastsir serta kandungan ayat nya, 2) Berapa macamkah kalam insya’i yang terletak dalam surat Al-Muzzammil 3) Berapa macamkah kalam insya’i yang terletak dalam surat Al- Muddaśśir. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ilmu balaghah, yakni dari segi ilmu ma’ani. Maka dalam surat Al-Muzzammil dan Al- Muddaśśir memuat beberapa rahasia Kalam Insya’i At-Thalabi, yaitu kalimat yang menghendaki terjadinya sesuatu yang belum terjadi ketika kalimat itu diucapkan, dengan menggunakan beberapa bentuk (sighat), yaitu kata perintah (Amr), kata larangan (Nahyi), kata tanya (Istifham), kata seruan (Nida’) dan kata untuk mengharapkan sesuatu yang sulit terwujud (Tamanni). Setelah manganalisis kedua surat tersebut dengan pendekatan ilmu Balaghoh (stalistik), penulis menemukan beberapa hal yang berhubungan dengan kalam insya’i yaitu sebagai berikut: 1.Kata perintah (الأمر) : 16 kata perintah dalam surat Al-Muzzammil dan 7 kata printah dalam surat Al-Mudasstir. 2.Kata tanya (الاستفهام) : dalam surat Al-Muzzammil hanya terdapat 1 kata tanya, sedangkan dalam surat Al-Mudasstir terdapat 4 kata tanya. 3.Kata seruan (النداء) : dalam kedua surat ini hanya terdapat 1 kata yang bermakna seruan 4.Kata larangan (النهي) : dalam surat Al-Muzzammil tidak mengandung kata larangan sama sekali, sedangkan surat Al-Mudasstir hanya terdapat 1 kata. Sedangkan untuk kata yang menunjukkan suatu harapan yang sulit tercapai (التمني) tidak ditemukan sama sekali dalam kedua surat ini.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Sa'diyah, KholifatusUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Bahasa Arab
Al Qur'an
Uncontrolled Keywords: Al Muzammil; Al Muddatsir; Kalam Insya Tholabi
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Bahasa dan Sastra Arab
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 12 Dec 2012
Last Modified: 09 May 2019 01:24
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/10201

Actions (login required)

View Item View Item